Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dikabarkan semakin intensif melakukan kunjungan ke berbagai daerah, dengan jumlah provinsi yang dikunjungi telah melampaui 30, di tengah sorotan atas sentralisasi anggaran pemerintahan Prabowo yang menurunkan transfer ke daerah menjadi 18 persen. Perkembangan ini muncul bersamaan dengan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi 55,1 persen, dengan ekonomi disebut sebagai titik lemah, serta perdebatan mengenai posisi Gibran yang dinilai turun sejajar menteri.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pihak berwenang dan pengamat memberikan penjelasan terkait fenomena "gibran turun ke daerah" ini. PSI membantah isu bahwa kunjungan tersebut bertujuan mengamankan Gibran, dan mengungkap alasan Presiden Joko Widodo "turun gunung" di Lampung. Sementara itu, pengamat membongkar alasan di balik seringnya Gibran turun ke daerah, dan LAB 45 menyoroti kebijakan sentralisasi anggaran Prabowo yang berdampak pada transfer ke daerah.
Kronologi kejadian berawal dari kebijakan anggaran yang disoroti LAB 45, yang menyebut transfer ke daerah turun menjadi 18 persen. Di tengah kondisi tersebut, Gibran tercatat telah mengunjungi lebih dari 30 provinsi. Pengamat kemudian membongkar alasan di balik frekuensi kunjungan itu. PSI, melalui pernyataannya, membantah isu bahwa kunjungan tersebut untuk mengamankan Gibran, dan justru mengungkap alasan Jokowi "turun gunung" di Lampung. Pada saat bersamaan, Kompasiana menyoroti "panggung kursi, panggung kuasa" dengan catatan Gibran turun sejajar menteri.
Selain isu anggaran dan kunjungan, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran turun menjadi 55,1 persen, dengan ekonomi menjadi titik lemah menurut mantranews. Hal ini menjadi latar belakang tambahan yang mendorong intensifikasi komunikasi pemerintah dengan daerah. PSI menegaskan tidak ada agenda mengamankan Gibran, sementara pengamat menilai kunjungan Gibran memiliki alasan strategis yang perlu dipahami publik.
Dampak langsung dari situasi ini adalah meningkatnya perhatian publik terhadap hubungan pusat-daerah, kinerja ekonomi, dan posisi Wakil Presiden. Masyarakat diimbau untuk menyaring informasi, mengikuti perkembangan resmi dari pemerintah, dan tidak mudah terpancing spekulasi liar. KilasNesia akan terus memantau perkembangan terkini terkait "gibran turun ke daerah" dan kebijakan pemerintah.