JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meninjau langsung pelaksanaan Program Magang Nasional di PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Dalam kunjungan itu, ia berdialog dengan peserta dan mentor, serta bertemu sejumlah alumni program yang kini berkarya di lingkungan BRI.
Yassierli memberi apresiasi khusus pada pendampingan mentor dan penyusunan program pembelajaran yang terstruktur selama enam bulan. Menurutnya, mentor di BRI berperan aktif merancang proses belajar peserta, mulai dari kompetensi yang perlu dikuasai, praktik kerja, hingga proyek yang dikelola selama masa magang.
"Saya mengapresiasi BRI karena programnya dirancang dengan sangat baik. Mentor membantu menyiapkan secara detail selama enam bulan peserta akan belajar apa, mempraktikkan apa, dan mengelola proyek apa," ujar Yassierli. Ia berharap peserta memiliki pengalaman dan kompetensi yang cukup untuk memasuki dunia kerja pada akhir masa program.
Dari sisi dampak lokal, penyebaran peserta menjadi sorotan. Sebanyak 436 peserta ditempatkan di 65 grup Kantor Pusat BRI, antara lain pada bidang teknologi informasi, manajemen risiko, wealth management, hingga bisnis ultramikro. Sementara itu, 347 peserta lainnya tersebar di 17 Regional Office BRI, mulai dari Medan hingga Jayapura.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan, penyebaran peserta hingga ke berbagai daerah merupakan bagian dari upaya memperluas akses pengalaman kerja bagi generasi muda. Dengan begitu, kesempatan magang tidak hanya terpusat di Jakarta maupun kota-kota besar.
"Kami berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk membangun karier, baik di BRI maupun di berbagai perusahaan dan industri lainnya," ujar Hery.
Tahun ini menjadi kali kedua BRI berpartisipasi dalam Program Magang Nasional. Sejak mengikuti program pada 2025, BRI telah menjadi ruang belajar bagi 1.354 peserta. Sebanyak 571 peserta mengikuti tiga batch pada 2025, sedangkan tahun ini terdapat 783 peserta yang aktif mengikuti program di BRI.
Untuk memastikan pembelajaran terarah, BRI menyiapkan kurikulum BRILiaN Internship Assistant Program. Peserta dibekali kompetensi pengolahan dan analisis data, administrasi operasional, komunikasi efektif, pengetahuan perbankan, penyusunan laporan, hingga penerapan keilmuan di unit kerja masing-masing.
Hasilnya mulai terlihat. Dari 571 alumni tahun 2025, sebanyak 133 orang kini telah direkrut bekerja di lingkungan BRI. Meski demikian, Hery menegaskan keberhasilan program tidak semata diukur dari jumlah peserta yang direkrut.
"Bagi kami, yang terpenting adalah setelah menyelesaikan program ini mereka memiliki bekal yang semakin kuat untuk menghadapi dunia kerja," lanjutnya.
Program Magang Nasional merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan generasi muda memperoleh pengalaman kerja dan meningkatkan kompetensi. Pada 2026, program ini menargetkan 150 ribu peserta untuk mengikuti magang selama enam bulan.