BENGKAYANG — PLN Indonesia Power Renewables (PLN IP Renewables) mendukung penataan kawasan lindung sempadan pantai PLTU Kalbar-1 melalui penanaman bibit pohon di Desa Karimunting, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen menjaga lingkungan pesisir sekaligus memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Kawasan yang ditata memiliki panjang sekitar 800 meter dengan lebar 100 meter, atau mencakup kurang lebih 8,6 hektare. Penataan tidak hanya berupa penanaman vegetasi pantai, tetapi juga penyediaan fasilitas pendukung, edukasi lingkungan, pemeliharaan, serta pemantauan pertumbuhan tanaman dan kondisi pantai secara berkelanjutan.
Sejumlah pejabat daerah dan perwakilan instansi hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Bupati Bengkayang Sebastianus Darwis, Dandim Bengkayang Letkol Inf Aprianda, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bengkayang Endri Susilo, Camat Sungai Raya Kepulauan H. Usman Yahya, dan Kepala Desa Karimunting Iskandar. Hadir pula jajaran Forkopimda, perwakilan PT PLN Indonesia Power, PLN IP Renewables, PT PLN Indonesia Power Services, serta PT GCL Indo Tenaga selaku pelaksana kegiatan.
Direktur Utama PLN IP Renewables, Hendry Asdayoka Putra, mengatakan keberadaan kawasan lindung sempadan pantai PLTU Kalbar-1 merupakan bagian penting dalam memastikan kegiatan operasional pembangkit berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
"Kami ingin memastikan bahwa keberadaan pembangkit listrik dapat berjalan berdampingan dengan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Menjaga keberlangsungan pembangkit tidak harus bertentangan dengan menjaga lingkungan, justru keduanya harus saling mendukung," ujar Hendry.
Upaya tersebut dinilai semakin penting mengingat kawasan pesisir Karimunting menghadapi perubahan garis pantai yang salah satunya dipengaruhi abrasi. Dari sisi bisnis, terjaganya kawasan pesisir di sekitar pembangkit diharapkan menopang operasional PLTU Kalbar-1 yang menjadi bagian dari Program 35.000 MW dengan kapasitas 2 x 100 MW dan telah beroperasi komersial sejak 2021.
PLTU Kalbar-1 berperan penting dalam mendukung keandalan sistem kelistrikan di Kalimantan Barat, termasuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, dunia usaha, industri, serta berbagai aktivitas pelayanan publik dan perekonomian. Keandalan pasokan listrik menjadi faktor pendukung iklim usaha dan investasi di wilayah tersebut.
Hendry juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bengkayang dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, keberlanjutan operasional pembangkit tidak hanya membutuhkan keandalan teknis, tetapi juga komunikasi, koordinasi, dan hubungan yang baik dengan pemerintah daerah, aparat, masyarakat, serta para pemangku kepentingan di sekitar wilayah operasional.
"Kolaborasi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan pembangunan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga lingkungan. Keandalan pembangkit dan kepedulian terhadap lingkungan bukanlah dua hal yang bertentangan, tetapi dapat saling memperkuat," lanjutnya.
Apresiasi turut disampaikan kepada PT GCL Indo Tenaga selaku pelaksana kegiatan atas komitmennya menjaga kawasan di sekitar PLTU Kalbar-1. Penataan kawasan sempadan pantai diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi menjadi komitmen jangka panjang agar kawasan tetap terawat, hijau, tertata, dan memberi manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.
PLN IP Renewables meyakini kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, aparat, dan masyarakat menjadi salah satu kunci pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan terjaganya kawasan pesisir di sekitar pembangkit, keberadaan PLTU Kalbar-1 diharapkan terus mendukung sistem kelistrikan Kalimantan Barat secara andal sekaligus tumbuh berdampingan dengan lingkungan dan masyarakat.