Rupiah menguat ke Rp18.123 per dolar AS pada Jumat pagi, 30 Oktober 2026, di pasar valuta asing domestik, seiring respons pasar terhadap sinyal kebijakan The Fed dan dinamika global; pergerakan ini terjadi setelah rupiah sempat tertekan di sejumlah bank dengan harga jual dolar hingga Rp18.400.

Perkembangan terbaru menjadi perhatian karena Hashim Djojohadikusumo memperingatkan dolar bisa tembus Rp21.000, namun Gubernur Bank Indonesia membuka suara menanggapi isu tersebut; sementara Menteri Koordinator Airlangga Hartarto menyatakan keyakinan rupiah tidak akan tembus Rp19.000.

Sebelumnya, rupiah melemah 1,41 persen sepanjang Oktober dan ditutup Rp18.147 per dolar AS, sedangkan Kamis sore sempat menguat ke Rp18.137. Pada Jumat, beberapa bank menampilkan kurs jual dolar lebih tinggi, bahkan tembus Rp18.300, sementara DDTC mencatat dolar AS naik ke Rp18.032 untuk kurs pajak sepekan.

ANTARA News melaporkan rupiah pada Jumat pagi berada di Rp18.123 per dolar AS, sementara investor.id memantau kurs dolar AS di BCA, Bank Mandiri, BRI, dan BNI pada Jumat 30 Oktober 2026. CNBC Indonesia mencatat bank tertentu sudah menjual dolar Rp18.400, sedangkan RRI.co.id melaporkan kurs dolar AS di sejumlah bank tembus Rp18.300; Menko Airlangga yakin rupiah tidak tembus Rp19.000 dan BI menanggapi peringatan Hashim.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Bagi masyarakat dan pelaku usaha, fluktuasi kurs berpotensi memengaruhi harga impor, cicilan valas, dan biaya perjalanan; masyarakat diimbau memantau kurs resmi, tidak panik, dan menggunakan kanal perbankan resmi untuk transaksi. Pasar akan terus mencermati data inflasi, kebijakan The Fed, dan komunikasi BI.