Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta turun langsung meninjau lokasi bencana tanah longsor di kawasan Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Senin (2/11). Peninjauan dilakukan untuk memastikan penanganan bencana dan proses pencarian dua korban yang masih hilang berjalan optimal.

Dalam kunjungan itu, Giri Prasta didampingi Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan anggota DPRD Badung Made Bima Nata. Ia menegaskan bahwa keselamatan jiwa menjadi prioritas paling utama dalam situasi darurat tersebut.

"Ketika berbicara masalah bencana, yang pertama harus dilihat adalah sisi kemanusiaan. Sesuai laporan manajemen, terdapat dua warga yang belum ditemukan akibat tanah longsor ini. Oleh karena itu, kami bersama seluruh tim memastikan proses pencarian dilakukan secara optimal," kata Giri Prasta di lokasi kejadian.

Operasi pencarian dan pertolongan berskala besar melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Badung, Polri, Brimob, hingga TNI. Sejak pagi, ratusan petugas menyisir area titik longsor hingga kawasan hilir untuk menemukan kedua korban.

Bagi masyarakat sekitar, bencana ini menjadi pengingat akan risiko cuaca ekstrem di kawasan wisata perbukitan Pelaga. Warga berharap proses evakuasi berjalan cepat dan jalur akses antardesa kembali normal agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Pemerintah provinsi dan kabupaten diminta memastikan pendataan korban, kebutuhan logistik, serta langkah mitigasi di kawasan rawan longsor. Warga juga diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang dapat memicu longsor baru.