JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memiliki susunan pejabat baru di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed. sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Posisi wakil menteri diisi oleh Prof. Atip Latipulhayat, S.H., LL.M., Ph.D. dan Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A.
Susunan pejabat ini menjadi perhatian publik, terutama masyarakat lokal yang selama ini bergantung pada layanan pendidikan dasar dan menengah. Bagi orang tua dan guru di daerah, komposisi kepemimpinan kementerian menentukan arah kebijakan yang menyentuh langsung sekolah-sekolah.
Di tingkat eselon satu, Ir. Suharti, M.A., Ph.D. menjabat sebagai Sekretaris Jenderal. Posisi Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan diisi Prof. Dr. Nunuk Suryani, M.Pd., sementara Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D. memimpin Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal.
Tatang Muttaqin, S.Sos., M.Ed., Ph.D. dipercaya sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus. Selain itu, struktur kementerian juga dilengkapi staf ahli dan staf khusus yang bertugas memberikan masukan strategis kepada menteri.
Bagi masyarakat daerah, susunan pejabat ini menjadi acuan dalam menyampaikan aspirasi, terutama terkait distribusi guru, kualitas sarana sekolah, dan pemerataan akses pendidikan. Nama-nama yang tercantum diharapkan segera menyesuaikan program kerja agar dampaknya terasa hingga ke pelosok.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai program prioritas 100 hari pertama kepemimpinan Abdul Mu'ti. Namun, publik menaruh harapan besar agar kebijakan pendidikan dasar dan menengah lebih berpihak pada kebutuhan lokal.