JAKARTA, KilasNesia — Gelombang aksi #IndonesiaSadar kembali bergema. Pada peringatan Hari Sumpah Pemuda, sejumlah elemen masyarakat, aktivis, hingga artis ibu kota memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, untuk menyuarakan aspirasi mereka. Aksi yang dikawal ketat aparat kepolisian ini berlangsung damai dengan membawa berbagai poster kritis, salah satunya bertuliskan "Diam Bukan Pilihan".

Massa yang tergabung dalam aksi #IndonesiaSadar menuntut lima poin utama. Tuntutan tersebut meliputi evaluasi kebijakan anggaran negara, penanganan serius terhadap bencana karhutla yang melanda sejumlah wilayah, serta penegakan hak asasi manusia (HAM). Aksi ini juga menjadi wadah bagi publik untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah, sebagaimana disorot oleh Amnesty International Indonesia yang menyerukan agar pemerintah tidak melakukan represi dan mendengarkan aspirasi rakyat.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi dimulai dengan orasi dari perwakilan massa. Sejumlah figur publik turut hadir memberikan dukungan, di antaranya aktor Reza Rahadian, Eva Celia, Zaskia Adya, dan Wanda Hamidah. Kehadiran mereka menambah daya tarik massa dan menjadi sorotan media. Dalam orasinya, perwakilan massa menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kepedulian terhadap kondisi demokrasi dan kesejahteraan rakyat, bukan sekadar unjuk rasa biasa.

Koordinator aksi dalam pernyataannya menekankan bahwa #IndonesiaSadar adalah gerakan kolektif untuk mengingatkan pemerintah agar lebih responsif terhadap persoalan mendesak. "Kami hadir bukan untuk membuat keributan, tetapi untuk memastikan suara rakyat didengar. Evaluasi anggaran, penanganan karhutla, dan HAM adalah isu yang tidak bisa ditawar," ujar salah satu perwakilan massa di hadapan peserta aksi. Hingga berita ini diturunkan, massa masih bertahan di lokasi dengan tertib sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Dampak langsung dari aksi ini adalah arus lalu lintas di sekitar Bundaran HI dan Jalan Sudirman mengalami rekayasa dan penutupan sementara. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan tersebut dan menggunakan jalur alternatif. KilasNesia mengimbau seluruh peserta aksi dan masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban, menghormati hukum, serta tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.