Jakarta, KILASNESIA — Arsyadany Ghana Akmalaputri, Direktur Distribusi PT PLN (Persero), resmi dilantik menjadi Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Senin, 2 November 2026. Pengumuman ini pertama kali terungkap melalui akun Instagram pribadi Arsyadany, di mana sejumlah akun mengucapkan selamat atas jabatan barunya. Akun @pwansorjawatengah dan @flowerplusofficial turut memposting ucapan selamat, yang kemudian di-repost oleh Arsyadany.

Sebelumnya, Arsyadany menjabat sebagai Direktur Distribusi PLN sejak 18 Juni 2025, setelah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa berdasarkan keputusan Menteri BUMN. Pengangkatan tersebut menjadikannya direktur perempuan termuda dalam sejarah PLN, sekaligus menandai satu dekade lebih karier panjangnya di sektor kelistrikan nasional.

Arsyadany memulai kariernya di PLN pada 2006 sebagai Senior SCADA IT Specialist pada Bali Distribution Control Area. Dalam perjalanan kariernya, ia menduduki sejumlah posisi strategis di bidang distribusi, perencanaan sistem, komunikasi korporat, serta pengelolaan aset. Ia pernah menjabat Manager Distribution Control Area Jawa Tengah, Manager Distribution Control Unit Jawa Timur, Senior Manager Perencanaan PLN Unit Induk Wilayah NTB, serta Vice President Public Relations pada Divisi Corporate Communication dan CSR PLN.

Kariernya melejit pada tahun 2020 ketika ia dipercaya sebagai Juru Bicara PLN. Di periode berikutnya, ia menduduki posisi Executive Vice President Stakeholder Management and BoD Support serta Executive Vice President General Affairs and Property Assets. Sejak Januari 2025, Arsyadany juga tercatat sebagai Komisaris Utama PT Paguntaka Cahaya Nusantara, menunjukkan jangkauan kepengurusan yang luas di lingkungan BUMN.

Peralihan jabatan ini membawa harapan baru bagi masyarakat lokal, khususnya pelaku usaha dan konsumen listrik yang berada di bawah naungan distribusi PLN. Pengalaman Arsyadany yang mendalam di bidang distribusi sejak level manajerial diharapkan dapat menerjemahkan kebijakan kementerian menjadi pelayanan distribusi yang lebih merata dan responsif di berbagai daerah.

Langkah ini sekaligus menegaskan perempuan terus menempati posisi strategis di sektor energi nasional. Dengan latar belakang teknis dan manajerial yang komprehensif, Arsyadany diharapkan mampu mendorong percepatan elektrifikasi dan stabilitas pasokan listrik yang berkelanjutan.