Mutasi terhadap tujuh anggota kepolisian Polrestabes Surabaya setelah penangkapan tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra dalam kasus dugaan penyalahgunaan narkoba di sebuah hotel di Surabaya menuai sorotan. Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
Polrestabes Surabaya sebelumnya menyebut mutasi dilakukan untuk pembinaan karier, penyegaran tugas, dan peningkatan profesionalisme kepolisian. Pengamat kepolisian ISESS Bambang Rukminto menilai alasan itu merupakan penjelasan normatif yang lazim disampaikan institusi.
"Alasan normatif seperti itu pasti akan dikemukakan oleh instansi. Publik tentu juga memiliki persepsi berbeda," kata Bambang saat dikonfirmasi, Senin (2/11).
Menurut dia, masyarakat berpotensi mengaitkan mutasi tersebut dengan penangkapan sejumlah anggota DPRD dari partai penguasa yang tengah menjadi perhatian publik. "Mutasi yang berdekatan selalu terkait dengan sebuah peristiwa yang disorot masyarakat, yakni penangkapan beberapa anggota DPRD dari partai penguasa," ujarnya.
Dampak bagi Kepercayaan Warga Lokal
Bambang menekankan kepolisian perlu mempertimbangkan waktu yang tepat dalam memindahkan tugas anggotanya. Menurutnya, mutasi yang berdekatan dengan peristiwa menonjol dapat memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat, terutama ketika berkaitan dengan penanganan perkara yang sedang menjadi sorotan.
"Mutasi harus diatur di waktu yang tepat agar tak memunculkan persepsi negatif. Demikian juga bila terkait dengan penanganan kasus yang sedang disorot masyarakat," ucapnya.
Bagi warga Surabaya, sorotan ini menyentuh langsung soal transparansi penegakan hukum di lingkungan mereka. Kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang melibatkan anggota DPRD dan diikuti mutasi sejumlah polisi menjadi ujian bagi kepolisian dalam menjaga kepercayaan publik.
ISESS juga meminta asal narkoba dalam kasus tersebut ditelusuri. Penelusuran itu dinilai penting agar penanganan perkara tidak berhenti pada penangkapan, tetapi juga mengungkap jaringan yang lebih luas di masyarakat.