Tokoh politik Budiman Sudjatmiko menjadi sorotan setelah menyampaikan sejumlah pernyataan kritis dalam beberapa peristiwa terkini, mulai dari janji kampanye Gibran tentang 19 juta lapangan kerja, kritik mahasiswa pada Peringatan Sumpah Pemuda, hingga tuntutan penanganan karhutla dalam aksi demo. Pernyataan itu muncul di tengah perhatian publik terhadap kinerja pemerintah dan isu-isu nasional yang berkembang.
Dalam forum yang melibatkan Wakil Ketua BEM UI Fathimah, Budiman juga menjadi pihak yang disapa saat perwakilan mahasiswa menilai pemerintah terkesan hanya fokus pada satu janji, yakni MBG. Secara keseluruhan, pernyataannya menyoroti janji politik, peran kritik mahasiswa, penanganan bencana ekologis, dan arah kebijakan pemerintah.
Kronologi pernyataan Budiman mencakup beberapa momen. Pertama, ia menilai janji 19 juta lapangan kerja yang dijanjikan Gibran mustahil, sebagaimana dilaporkan Warta Ekonomi dan FAJAR. Kedua, pada Peringatan Sumpah Pemuda, ia menyatakan kritik mahasiswa harus mempersatukan bangsa, menurut SINDOnews Nasional. Ketiga, dalam aksi demo menuntut penanganan karhutla, ia menyebut Prabowo sebagai pihak yang pertama menunjuk hidung pembakar, seperti dilaporkan Tribunnews.
Selain itu, Kompas.tv melaporkan Wakil Ketua BEM UI Fathimah menyampaikan di depan Budiman Sudjatmiko bahwa pemerintah terkesan hanya fokus pada satu janji, yakni MBG. Pernyataan mahasiswa itu menambah konteks kritik publik terhadap fokus kebijakan pemerintah. Budiman menjadi salah satu tokoh yang hadir dalam forum tersebut.
Dampak langsung dari rangkaian pernyataan itu adalah meningkatnya perhatian publik terhadap evaluasi janji politik dan isu nasional. Masyarakat diimbau memantau perkembangan resmi dari pemerintah, tokoh politik, dan organisasi mahasiswa, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.