JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebut harga beras, obat, minyak, dan tabung LPG 3 kilogram yang dijual di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) lebih murah dibandingkan toko eceran lain. Ia menyampaikan hal itu saat melaksanakan inspeksi mendadak ke KDKMP Cakung Timur, Jakarta, Senin (2/11). Dalam kunjungannya, Listyo mengecek ketersediaan gerai obat, tabung gas 3 kg bersubsidi, kebutuhan pokok, serta barang-barang bersubsidi dengan harga lebih terjangkau.

Menurut Listyo, beberapa interaksi yang dilaksanakan dengan masyarakat menunjukkan adanya selisih harga yang lebih murah dibandingkan tempat-tempat eceran lain. "Jadi tentunya ini membantu masyarakat yang ada di sekitar Cakung," ujarnya. Keberadaan gerai tersebut diharapkan mampu meringankan beban pengeluaran warga, khususnya untuk kebutuhan pokok dan obat-obatan sehari-hari.

Listyo mengatakan KDKMP Cakung Timur telah menjual obat-obatan yang disuplai dari Kimia Farma dan dibina oleh Apotek Farmasi Pertahanan yang berada di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara. Ia mengakui ketersediaan gerai obat di KDKMP sempat terkendala regulasi dan koordinasi. Namun, hambatan itu telah teratasi sehingga gerai obat kini dapat beroperasi.

Untuk memastikan kelancaran, Listyo menyebut telah melakukan rapat koordinasi bersama Menteri Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta kementerian dan lembaga terkait yang menyepakati skema distribusi dan penjualan obat di gerai KDKMP. Skema ini menjadi acuan agar pasokan obat tetap aman dan sesuai ketentuan.

Inspeksi mendadak itu dilakukan untuk mengetahui langsung tindak lanjut dari perintah Presiden, khususnya terkait ketersediaan obat dan barang-barang subsidi. Listyo menegaskan pihaknya ingin memastikan kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di tingkat lokal, bukan hanya sebatas instruksi di pusat.

Bagi warga sekitar Cakung, kehadiran KDKMP dengan harga lebih murah diharapkan menjadi alternatif belanja yang menguntungkan. Selisih harga yang lebih rendah pada beras, obat, minyak, dan LPG 3 kg dapat membantu keluarga menghemat pengeluaran rutin. Pemerintah berharap model serupa dapat diperluas ke koperasi desa di wilayah lain agar manfaatnya semakin luas.