JAKARTA — Krisis sampah plastik kian membebani lingkungan, termasuk di kawasan permukiman dan pesisir Jakarta. Data Plastic Overshoot Day 2026 memperkirakan total sampah plastik global mencapai 227 juta ton sepanjang tahun ini. Angka itu menegaskan bahwa persoalan limbah plastik bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan yang dihadapi masyarakat setiap hari.
Plastik sulit terurai oleh alam. Kementerian Lingkungan Hidup mencatat kantong plastik membutuhkan waktu 10 hingga 20 tahun untuk terurai, bahkan ada yang mencatat hingga 1.000 tahun tergantung kondisi. Kemasan makanan memerlukan 50 sampai 80 tahun, sedotan plastik sekitar 200 tahun, botol plastik 450 hingga 1.000 tahun, dan styrofoam tidak akan pernah hancur secara alami.
Bagi warga Jakarta, dampak sampah plastik terasa langsung di lingkungan sekitar. Tumpukan kantong kresek menyumbat saluran air, memicu banjir saat hujan deras, dan mencemari sungai serta pesisir. Limbah yang sama juga mengancam kesehatan warga karena terurai menjadi mikroplastik yang masuk ke rantai makanan.
Di tengah kondisi itu, peralihan ke gaya hidup minim sampah menjadi langkah yang mendesak. Salah satu cara paling sederhana adalah membawa tas belanja reusable saat berbelanja. Kebiasaan ini memutus rantai sampah plastik sekali pakai yang selama ini menjadi kontributor terbesar limbah di laut dan permukiman.
Tas ramah lingkungan juga lebih kuat dan tahan lama. Bahan seperti kanvas dan spunbond dapat dipakai berkali-kali untuk membawa barang berat. Warga pun menghemat biaya tambahan kantong plastik berbayar di minimarket atau supermarket, sehingga ada keuntungan ekonomi yang dirasakan langsung.
Pemerintah Kota DKI Jakarta telah menerapkan Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang pembatasan kantong plastik sekali pakai. Regulasi itu mewajibkan pelaku usaha mendorong konsumen membawa tas sendiri. Partisipasi aktif warga menjadi kunci agar kebijakan hijau ini berjalan efektif di lapangan.
Dengan membawa tas belanja kain, totebag, atau tas anyaman, setiap orang bisa mengurangi puluhan hingga ratusan kantong plastik yang berpotensi menjadi limbah. Langkah kecil ini, jika dilakukan bersama-sama, akan mengurangi beban lingkungan di Jakarta dan mendukung target pengurangan sampah plastik nasional.