Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan posisi Indonesia dalam klasifikasi indeks global FTSE Russell tetap aman. Kepastian itu disampaikan setelah BEI memberikan pembaruan terkait reformasi pasar modal nasional kepada lembaga penyedia indeks asal Inggris tersebut.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan bahwa pembaruan yang disampaikan mencakup tiga aspek utama, yakni transparansi, likuiditas, dan pengawasan atau surveillance. Menurut dia, FTSE Russell mengapresiasi berbagai reformasi yang telah dijalankan pasar modal Indonesia.

"FTSE Russell mengapresiasi berbagai reformasi yang telah dilakukan pasar modal Indonesia," ujar Jeffrey dalam keterangannya, seperti dikutip dari program Evening Up, Jumat (23/10/2026).

Bagi masyarakat lokal, terutama investor ritel dan pelaku usaha di daerah, status aman ini menjadi sinyal penting. Selama Indonesia tetap berada dalam klasifikasi FTSE Russell, aliran dana asing yang masuk ke pasar saham domestik berpotensi terjaga sehingga likuiditas pasar tetap sehat dan harga saham tidak mengalami tekanan berlebihan.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Sejumlah Analis pasar menilai kepastian status indeks biasanya berdampak langsung pada keputusan investor institusi global. Ketika sebuah negara tetap dipertahankan dalam daftar pantauan yang aman, dana kelolaan besar cenderung tidak menarik portofolionya secara mendadak. Dampaknya, stabilitas nilai tukar dan pasar obligasi ikut terjaga.

Bagi pelaku usaha mikro dan menengah, kondisi pasar modal yang stabil juga berpengaruh pada akses pendanaan. Perusahaan daerah yang berencana melantai di bursa dapat lebih leluasa menyusun strategi ekspansi karena iklim investasi dinilai kondusif.

Meski demikian, BEI diminta tidak berhenti pada pengakuan lembaga internasional. Penguatan transparansi emiten, pendalaman likuiditas, dan pengawasan terhadap praktik perdagangan yang merugikan tetap menjadi pekerjaan rumah. Sebab, kepercayaan investor lokal maupun global akan bertahan bila reformasi berjalan konsisten.

Dengan status yang aman di mata FTSE Russell, harapan kini tertuju pada dampak nyata di tingkat masyarakat. Pasar modal yang sehat diharapkan mampu menopang pembiayaan sektor riil dan memperluas lapangan kerja di berbagai daerah.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]