PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menorehkan prestasi di industri jasa keuangan nasional. Dalam ajang Top 20 Financial Institutions Award 2026, BRI meraih empat penghargaan sekaligus. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Consumer Banking BRI, Aris Hartanto.
Empat penghargaan itu meliputi The Finance Golden Star Award 2026 dan Top 20 Financial Institution 2026 untuk kategori bank beraset Rp500 triliun ke atas dengan predikat "Sangat Bagus". Selain itu, BRI juga memperoleh dua The Finance Special Award 2026, yakni kategori The Most Active Digital Banking Transactions dan The Most Inclusive Bank in MSME Financing.
Penilaian dilakukan berdasarkan kajian terhadap kinerja lembaga keuangan dengan menggunakan laporan keuangan selama tiga periode terakhir. Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan pencapaian ini menunjukkan kemampuan perseroan menjaga fundamental bisnis di tengah dinamika ekonomi global.
"Penghargaan ini menjadi pengakuan atas konsistensi BRI dalam menjaga kinerja dan menjawab kebutuhan nasabah. Kami akan terus mempercepat transformasi digital untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, aman, dan terintegrasi, sekaligus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Hery, Kamis (22/10/2026).
Dampak Nyata bagi Masyarakat Lokal
Bagi masyarakat di daerah, capaian BRI bukan sekadar deretan trofi. Kinerja intermediasi perseroan hingga akhir Juni 2026 menunjukkan penyaluran kredit mencapai Rp1.645,5 triliun, naik 16,2% secara tahunan. Dari jumlah itu, kredit kepada segmen UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6% yoy.
Holding Ultra Mikro telah melayani sekitar 33,8 juta nasabah pinjaman dan mengelola 166,3 juta rekening simpanan. Ekosistem ini juga mendorong 2,3 juta debitur naik kelas. Artinya, pelaku usaha ultra mikro di berbagai daerah semakin terbuka aksesnya terhadap pembiayaan formal.
Selain pembiayaan, BRI menjalankan program pemberdayaan yang menyentuh langsung komunitas lokal. Hingga Juni 2026, Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.700 desa, sedangkan Klasterku Hidupku mencakup lebih dari 44 ribu klaster usaha. Kanal digital linkumkm by BRI menjangkau sekitar 17,3 juta pelaku UMKM, sementara Rumah BUMN diikuti sekitar 596 ribu pelaku usaha.
"UMKM tidak hanya menjadi core business Perseroan, tetapi juga merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, peran BRI tidak berhenti sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler yang mendukung pelaku usaha sejak tahap awal, membantu meningkatkan kapasitas dan daya saing, hingga mampu naik kelas," tutup Hery.
Dari sisi profitabilitas, BRI membukukan laba bersih Rp31,2 triliun pada semester I 2026, tumbuh 17,5% yoy. Pertumbuhan ini menjadi modal bagi perseroan untuk terus memperluas layanan ke pelosok daerah dan memperkuat ekonomi kerakyatan.