Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon ketika hujan deras disertai petir. Imbauan ini menyusul masih banyaknya warga yang memilih pohon sebagai tempat berlindung karena dianggap mampu menahan terpaan hujan. Padahal, pohon yang tinggi dan berdiri di area terbuka justru menjadi salah satu objek paling berisiko tersambar petir.

Petir cenderung menyambar objek yang menonjol atau tinggi di suatu kawasan. Pohon yang berdiri sendiri di lapangan terbuka, menurut BMKG, menjadi titik yang rawan terkena sambaran. Ketika petir menghantam pohon, energi listrik tidak berhenti pada batang atau dahan. Arus dapat merambat melalui bagian pohon lalu menyebar ke lingkungan sekitarnya, sehingga orang yang berada di dekat atau tepat di bawahnya tetap berpotensi terkena dampak.

Bahaya lain muncul ketika seseorang berdiri terlalu dekat dengan pohon yang tersambar. Energi sambaran dapat berpindah ke tubuh manusia melalui percikan atau jalur arus di permukaan tanah. Kondisi ini membuat berteduh di bawah pohon tidak aman meski seseorang tidak terkena sambaran secara langsung. Karena itu, BMKG menyarankan warga menghindari pohon, tiang listrik, menara, dan benda tinggi lain saat petir terjadi.

Selain ancaman sambaran, hujan lebat kerap disertai angin kencang. Dahan bisa patah atau pohon tumbang, terutama jika kondisinya sudah tua, rapuh, atau tanah di sekitarnya tidak stabil. Warga yang berteduh di bawah pohon pun menghadapi lebih dari satu risiko sekaligus, yakni tersambar petir dan tertimpa bagian pohon.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Tempat paling aman saat petir adalah bangunan tertutup yang kokoh. Jika sedang berada di luar ruangan, warga diminta segera mencari bangunan yang dapat memberi perlindungan. Kendaraan beratap logam dengan jendela tertutup juga menjadi pilihan berlindung yang lebih aman dibandingkan tetap berada di ruang terbuka.

Prinsip sederhananya, jangan menunggu petir terlihat sangat dekat atau hujan semakin deras untuk mencari perlindungan. Jika tidak ada bangunan atau kendaraan di sekitar, hindari area terbuka, tempat tinggi, pohon yang berdiri sendiri, badan air, serta benda tinggi lainnya. Warga juga diminta tidak berbaring di tanah karena arus listrik dari sambaran petir dapat menyebar melalui permukaan tanah.

Satu hal yang sering dilupakan, petir masih dapat menyambar meski hujan mulai berhenti. Masyarakat disarankan tetap berada di tempat aman setidaknya 30 menit setelah suara guntur terakhir terdengar. Dengan begitu, berteduh dari hujan dan berlindung dari petir perlu dibedakan agar keselamatan warga tetap terjaga.