Luiz Inacio Lula da Silva kembali memenangkan Pemilihan Presiden Brasil 2026. Kemenangan ini menjadi masa jabatan keempatnya sebagai kepala negara, meski ia tidak memiliki ijazah SMA maupun gelar universitas.

Berdasarkan hasil resmi, Lula memperoleh 51,75 persen suara. Ia mengalahkan senator sayap kanan Flavio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro, yang meraih 48,25 persen suara. Flavio sebelumnya unggul dalam sejumlah jajak pendapat dan memasuki hari pemungutan suara dengan kepercayaan diri tinggi.

Perjalanan Lula dari keluarga miskin hingga kembali ke kursi kepresidenan menjadi sorotan. Ia hanya menempuh pendidikan hingga kelas lima sekolah dasar sebelum mengikuti kursus teknis sebagai ahli mesin di Serviço Nacional de Aprendizagem Industrial (SENAI), lembaga pelatihan industri Brasil.

Biografi resmi Pemerintah Brasil menyebut diploma ahli mesin sebagai ijazah pertama yang diperoleh Lula. Sebelum bekerja di pabrik dan menekuni bidang metalurgi, ia pernah menjadi penyemir sepatu dan pegawai kantor.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Dalam pidatonya pada Juli 2023, Lula mengenang pelantikannya sebagai presiden pada 2003. "Ketika saya dilantik sebagai kepala negara untuk pertama kalinya pada 2003, saya tidak memiliki ijazah, tetapi saya memahami bahwa negara tidak dapat berkembang tanpa berinvestasi dalam pendidikan," kata Lula.

Pengalaman sebagai pekerja pabrik membawa Lula masuk ke gerakan buruh. Ia menjadi pemimpin serikat pekerja metalurgi dan ikut mendirikan Partai Pekerja (PT) pada 1980, yang menjadi kendaraan politiknya menuju kursi kepresidenan.

Lula pertama kali terpilih sebagai Presiden Brasil pada 2002 dan mulai menjabat pada 2003. Ia kembali menang pada 2006 untuk masa jabatan kedua yang dimulai pada 2007, lalu terpilih lagi pada 2022 untuk masa jabatan ketiga yang dimulai pada Januari 2023. Kini, pada 2026, ia melanjutkan kepemimpinannya di Brasil.

Bagi masyarakat lokal, kemenangan Lula membawa implikasi pada keberlanjutan kebijakan pendidikan dan pemberdayaan pekerja yang menjadi fokus pemerintahannya. Figur Lula yang berasal dari kalangan pekerja menjadi simbol harapan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah di Brasil.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]