Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan sebagian besar wilayah Indonesia baru akan memasuki musim hujan pada November hingga Desember 2026. Kondisi itu berbarengan dengan masih bertahannya El Nino sangat kuat yang diprediksi berlangsung hingga awal 2027.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Terbatas Bidang Pangan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (26/10/2026). Menurut dia, ada dua kondisi iklim yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni dampak lanjutan El Nino dan masuknya musim hujan secara bertahap.

"Kedua kondisi tersebut perlu dipertimbangkan dalam menentukan waktu tanam, mengelola ketersediaan air, dan melindungi produksi pangan," kata Faisal, dikutip dari keterangan resmi BMKG, Rabu (28/10/2026).

El Nino Sangat Kuat dan Kekeringan Panjang

Data BMKG mencatat Indeks Nino 3.4 pada periode Agustus-Oktober 2026 mencapai +3,05 derajat Celsius. Angka itu menunjukkan kondisi El Nino sangat kuat, disertai nilai Indian Ocean Dipole (IOD) positif sebesar +0,63.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Kombinasi kondisi tersebut berpotensi memperpanjang periode kering dan meningkatkan keterbatasan air di sejumlah wilayah. BMKG juga mencatat 1.707 titik mengalami hari tanpa hujan (HTH) dengan kategori ekstrem panjang.

"BMKG memprediksi El Nino masih akan bertahan hingga awal 2027," ujar Faisal.

Wilayah yang Masuk Hujan November dan Desember

Berdasarkan pemutakhiran Prediksi Musim Hujan 2026/2027 yang dirilis 2 Oktober 2026, sebanyak 185 ZOM atau 24,66 persen luas daratan Indonesia diprediksi masuk musim hujan pada November 2026. Sebanyak 266 ZOM atau 17,31 persen luas daratan diperkirakan baru masuk pada Desember 2026.

Wilayah yang diprediksi masuk musim hujan pada November 2026 meliputi sebagian Sumatra, sebagian Jawa, sebagian Kalimantan, sebagian Bali, sebagian NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Sementara wilayah yang diprediksi masuk musim hujan pada Desember 2026 adalah sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Selatan bagian selatan.

Dampak bagi Petani dan Daerah

BMKG menegaskan awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia datang lebih lambat atau mundur, mencakup 529 ZOM atau 61,08 persen luas daratan. Sebanyak 482 ZOM atau 51,90 persen luas daratan diprediksi mengalami musim hujan 2026/2027 yang lebih pendek dari normalnya.

Bagi masyarakat lokal, terutama petani di sentra produksi pangan, informasi ini menjadi dasar penting untuk menyesuaikan jadwal tanam dan mengelola air. Pemerintah daerah diminta mengikuti pembaruan prakiraan dan peringatan dini BMKG.

Pada periode 25 Oktober hingga 2 November 2026, pertumbuhan awan hujan diprakirakan signifikan di sebagian besar Sumatra, Jawa, Kalimantan, Maluku Utara, dan sebagian Sulawesi. Sebaliknya, Bali, NTB, dan NTT masih berpotensi mengalami kondisi relatif kering.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

BMKG juga memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di sebagian Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah pada 25-28 Oktober 2026. Peluang hujan itu dapat dimanfaatkan untuk menambah tampungan air, termasuk melalui Operasi Modifikasi Cuaca bila kondisi atmosfer mendukung.