Serangan drone kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF) menghantam lima pembangkit listrik di Sudan pada Senin (26/10/2026). Akibatnya, pemadaman listrik melanda sebagian besar wilayah di tiga negara bagian yang berada di bawah kendali tentara Sudan.

Seorang pejabat pemerintah Sudan yang meminta identitasnya dirahasiakan menyatakan drone RSF menyerang dua pembangkit listrik di negara bagian Al-Jazira, dua di Gedaref, dan satu di White Nile. "Serangan itu mengakibatkan pemadaman listrik di sebagian besar wilayah di ketiga negara bagian tersebut," katanya.

Dampak pemadaman langsung dirasakan warga. Babiker Youssef, penduduk Al-Fao di negara bagian Gedaref, mengatakan listrik di wilayahnya padam sejak pukul 02.00 waktu setempat. Ia khawatir kondisi itu merusak insulin anaknya yang menderita diabetes dan harus disimpan di lemari pendingin.

"Putra saya menderita diabetes, insulinnya harus disimpan di dalam lemari pendingin," ujar Youssef. Ia mengaku tidak mengetahui kapan pasokan listrik akan kembali normal. "Kami tidak tahu kapan listrik akan kembali menyala," katanya.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Pemadaman berkepanjangan berisiko mengganggu penyimpanan obat-obatan, operasional layanan kesehatan, pasokan air, serta pemenuhan kebutuhan rumah tangga lainnya. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berulang kali memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur kelistrikan dapat mengancam layanan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat.

Sudan tengah menghadapi salah satu krisis kelaparan terbesar di dunia. Hampir 20 juta orang dilaporkan mengalami kelaparan ekstrem, sementara konflik yang berlangsung sejak April 2023 terus memperburuk krisis kemanusiaan.

Gangguan listrik berkepanjangan bukan hal baru di Sudan. Serangan drone terhadap pembangkit listrik dan bendungan pembangkit listrik tenaga air sebelumnya juga berulang kali mengganggu pasokan energi. Media lokal di Al-Jazira melaporkan pasokan listrik di wilayah tersebut terputus sejak pukul 02.00 waktu setempat, dan hingga laporan disampaikan belum ada kepastian soal waktu pemulihan.