Kementerian Kelautan dan Perikanan menyalurkan 100 ribu benih unggul ikan lele kepada lima kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantuan itu diserahkan dalam rangkaian Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026 sekaligus memperingati HUT ke-27 kementerian.

Setiap Pokdakan menerima 20 ribu benih lele Sangkuriang generasi kedua yang disiapkan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi. Penyerahan berlangsung bersamaan dengan kunjungan kerja Ketua Komisi IV DPR RI di Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari, Bantul, Selasa (27/10/2026).

Dorong Ekonomi Warga Lewat Budidaya

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut budidaya perikanan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat Bantul. Ia berharap benih dipelihara sesuai Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) agar tumbuh hingga ukuran konsumsi dan memberi manfaat bagi keberlanjutan usaha kelompok.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, menambahkan ketersediaan benih bermutu harus diikuti kesiapan pembudidaya mengelola pemeliharaan. Menurutnya, kesiapan air dan penerapan prosedur pemeliharaan perlu diperhatikan agar benih bermutu memberi hasil optimal.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

"Seunggul apa pun benih, apabila kita memeliharanya dengan sembarangan, itu juga akan menghasilkan hasil yang kurang bagus. Sehingga pemeliharaan harus dilengkapi dengan CBIB," ujarnya.

Dirjen yang akrab disapa Tebe itu menyatakan BBPBAT Sukabumi berkoordinasi dengan penyuluh perikanan untuk mendampingi kelompok hingga ikan mencapai ukuran konsumsi. Balai juga mendorong pengembangan unit pembenihan rakyat melalui penyediaan calon induk unggul.

Peluang Penghasilan bagi Ibu-Ibu PKK

Ketua Pokdakan Mina Madjoe, Yosi Prasetiyo, menilai bantuan tersebut sangat berarti bagi kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungannya. Kelompoknya membesarkan lele hingga ukuran konsumsi dan melibatkan ibu-ibu PKK dalam pengolahan serta pemasaran.

Mangut lele, abon lele, dan pecel lele menjadi pilihan produk yang dikembangkan kelompok ini. "Ini sangat berarti bagi kelompok kami khususnya, sehingga menjadi sebuah semangat dan motivasi kembali bagi masyarakat untuk budi daya ikan," kata Yosi.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Bagi warga Bantul, penyaluran benih ini membuka dua jalur penghasilan sekaligus: pembesaran ikan oleh kelompok budidaya dan pengolahan produk bernilai tambah oleh ibu-ibu PKK. Pendampingan penyuluh diharapkan menjaga pasokan benih dan hasil panen tetap berkelanjutan.