Jakarta - Los Angeles Lakers memasuki musim NBA 2026/2027 dengan tantangan besar. Untuk pertama kalinya sejak musim 2018/2019, mereka akan bermain tanpa LeBron James yang kini melanjutkan karier bersama Philadelphia 76ers.
Kepergian LeBron meninggalkan lubang besar, baik dari sisi permainan maupun kepemimpinan. Namun, Lakers bukan lagi tim yang sepenuhnya bergantung kepada pemain berusia 41 tahun tersebut. Luka Doncic kini menjadi pusat proyek mereka, sementara Austin Reaves punya kesempatan mengambil peran lebih besar.
Musim reguler NBA 2026/2027 dimulai pada Selasa, 20 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat atau Rabu, 21 Oktober waktu Indonesia. Lakers menjalani pertandingan pertama sehari setelah pembukaan musim, menghadapi Golden State Warriors di Crypto Arena, Los Angeles.
Duel tersebut dijadwalkan berlangsung Rabu, 21 Oktober pukul 19.00 waktu setempat atau Kamis, 22 Oktober pukul 09.00 WIB. Laga melawan Warriors menjadi kesempatan pertama bagi Lakers memperlihatkan wajah baru mereka tanpa LeBron.
Meski kehilangan salah satu pemain terbesar dalam sejarah NBA, Lakers tetap memiliki modal untuk bersaing. Tantangannya adalah mengubah ketergantungan terhadap satu generasi pemain menjadi fondasi baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan Doncic dan rekan-rekannya.
Lakers menutup musim reguler 2025/2026 dengan rekor 53 kemenangan dan 29 kekalahan. Mereka finis di posisi keempat Wilayah Barat, pencapaian yang memperlihatkan tim tersebut masih mampu bersaing di papan atas.
Dalam perjalanan playoff, Lakers melewati Houston Rockets pada putaran pertama dengan kemenangan seri 4-2. Namun, langkah mereka terhenti di semifinal konferensi setelah Oklahoma City Thunder menyapu bersih empat pertandingan.
Kekalahan 0-4 dari Thunder menjadi pengingat bahwa hasil bagus pada musim reguler belum tentu cukup menghadapi lawan lebih kuat di fase playoff. Lakers masih membutuhkan kedalaman skuad, pertahanan lebih konsisten, dan kemampuan menjaga produktivitas ketika pemain utama mendapat penjagaan ketat.
Absennya Doncic karena cedera dalam seri melawan Thunder turut mempengaruhi peluang Lakers. Mereka kehilangan salah satu kreator serangan utama ketika menghadapi tim dengan pertahanan sangat disiplin.
Dari sisi statistik, Lakers menghasilkan rata-rata 116,3 poin per pertandingan pada musim reguler 2025/2026. Mereka memiliki serangan cukup produktif, tetapi masih perlu memperbaiki pertahanan setelah kebobolan rata-rata 114,6 poin per pertandingan.
Kepergian LeBron membuat peran Luka Doncic semakin penting. Guard asal Slovenia itu sudah membuktikan kemampuannya sebagai salah satu pencetak angka dan pengatur serangan terbaik di NBA.
Pada musim 2025/2026, Doncic memimpin Lakers meraih 53 kemenangan dan merebut gelar pencetak angka terbanyak liga untuk kedua kalinya. Ia juga masuk dalam tim utama All-NBA, mempertegas statusnya sebagai salah satu pemain elite NBA.
Kemampuan Doncic mengendalikan tempo, membaca pertahanan, serta menciptakan peluang melalui umpan maupun tembakan membuatnya cocok menjadi pusat permainan Lakers. Namun, menjadi pemimpin utama membawa tanggung jawab lebih besar, termasuk menjaga produktivitas sekaligus memastikan rekan-rekannya terlibat dalam serangan.
Jika Doncic menjadi pusat permainan, Austin Reaves berpeluang menjadi pendamping utama yang semakin menentukan. Reaves mencatat rata-rata 23,3 poin per pertandingan pada musim 2025/2026, angka tertinggi sepanjang kariernya.