California Science Center resmi merilis Samuel Oschin Air and Space Center, sebuah museum antariksa megah bernilai Rp7 triliun di Los Angeles, Amerika Serikat. Museum ini menjadi rumah bagi pesawat ulang-alik Endeavour serta sekitar 100 artefak langka yang berkaitan dengan sejarah eksplorasi luar angkasa.
Peresmian museum tersebut menandai babak baru dalam upaya konservasi warisan teknologi antariksa. Pengunjung dapat melihat langsung pesawat Endeavour yang menjadi ikon program penerbangan luar angkasa Amerika Serikat, didampingi berbagai koleksi bersejarah lain yang dipamerkan secara permanen.
Pesawat Endeavour dan Artefak Langka
Pesawat Endeavour merupakan salah satu dari lima pesawat ulang-alik yang pernah beroperasi dalam misi NASA. Kini, pesawat tersebut menjadi pusat perhatian di Samuel Oschin Air and Space Center setelah sebelumnya dipajang dalam posisi horizontal. Penempatan baru di museum ini memungkinkan pengunjung menyaksikannya dalam konfigurasi yang lebih menyerupai kondisi peluncuran.
Selain Endeavour, museum memamerkan sekitar 100 artefak langka. Koleksi tersebut mencakup berbagai perangkat teknologi, dokumentasi misi, hingga benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan manusia ke luar angkasa. Kehadiran artefak ini menjadikan museum sebagai salah satu pusat edukasi antariksa terbesar di wilayah Amerika Serikat bagian barat.
Investasi Teknologi dan Edukasi
Nilai proyek museum yang mencapai Rp7 triliun menunjukkan besarnya komitmen terhadap pengembangan fasilitas edukasi berbasis teknologi. Samuel Oschin Air and Space Center dirancang tidak hanya sebagai tempat pameran, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi generasi muda yang tertarik pada ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa.
Dengan menghadirkan pesawat Endeavour dan artefak langka secara langsung, museum ini diharapkan mampu meningkatkan minat publik terhadap eksplorasi luar angkasa. Fasilitas tersebut juga menjadi destinasi wisata edukasi yang memperlihatkan perkembangan teknologi penerbangan dan antariksa dari masa ke masa.