Pengerjaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A telah mencapai progres fisik 85,8 persen per September 2026. Angka itu disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), Resnu Aditya W, sebagai bagian dari kerja sama operasi WIKA-PP-KMK-HKI.
Ruas tol yang dikerjakan memiliki mainroad sepanjang 10,5 km, membentang dari Setu hingga Sukaragam. Proyek ini diproyeksikan menjadi alternatif utama bagi warga di kawasan tersebut untuk mengurai kepadatan lalu lintas di koridor Jakarta-Cikampek yang selama ini menjadi jalur strategis nasional.
Dampak Langsung bagi Warga Lokal
Bagi masyarakat di Setu, Bekasi, dan Sukaragam, Purwakarta, kehadiran tol ini bukan sekadar proyek infrastruktur besar. Akses baru ini diharapkan memangkas waktu tempuh menuju Bandung dan memperlancar distribusi logistik dari dan ke kawasan industri sekitar.
Selama ini, warga yang melintas di jalur utama Jakarta-Cikampek kerap menghadapi kemacetan, terutama pada jam sibuk. Keberadaan tol baru diharapkan mengurangi beban tersebut sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga di sekitar gerbang tol dan jalur penghubung.
Target Rampung 2027
Secara keseluruhan, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan akan menghubungkan Sadang, Purwakarta, dengan Jatiasih, Bekasi, sepanjang 62 km. Proyek ini ditargetkan rampung pada 2027 dan dipersiapkan untuk mempercepat waktu tempuh menuju Bandung.
Dengan progres yang terus berjalan, warga di koridor timur Jakarta dan Jawa Barat menaruh harapan besar agar konektivitas antarwilayah membaik. Pemerintah dan pelaksana proyek diharapkan memastikan penyelesaian tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat luas.