Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa mengajak seluruh aparatur sipil negara di Kementerian Pertanian, terutama generasi muda, untuk memperkuat kinerja dan mempercepat program pembangunan pertanian. Ajakan itu disampaikan dalam amanat upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026 di lingkungan Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Menurut Saleh, semangat persatuan dan pengabdian pemuda yang lahir pada 1928 harus diwujudkan melalui kerja nyata. Salah satunya dengan meningkatkan produksi pangan nasional, khususnya padi dan jagung, yang menjadi tumpuan masyarakat lokal.

"Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan. Mari kita kembalikan pengabdian kita kepada Kementerian Pertanian yang kita cintai ini dengan fokus pada peningkatan produksi, khususnya padi dan jagung," ujar Saleh.

Ia menegaskan sektor pertanian menghadapi tantangan semakin kompleks. Perubahan iklim yang sulit diprediksi dan tekanan geopolitik berpotensi mengganggu ketersediaan serta distribusi pangan dan pupuk. Kondisi itu dapat menekan produksi, memicu kenaikan harga komoditas, dan memperbesar risiko krisis pangan di tingkat lokal.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Di tengah tantangan tersebut, pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program. Sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, mulai dari peningkatan produksi beras hingga perbaikan kinerja ekspor pertanian.

Data yang dipaparkan menyebutkan produksi beras nasional sepanjang Januari-Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton atau naik 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Stok beras Perum Bulog pada 26 Oktober 2026 tercatat 4,58 juta ton.

Saleh juga menyoroti capaian sektor pertanian dari sisi pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan petani, perdagangan, dan penyerapan tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi sektor pertanian pada 2025 mencapai 5,74 persen, sedangkan Nilai Tukar Petani pada September 2026 sebesar 131,11 atau tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

Di bidang perdagangan, ekspor pertanian dilaporkan mencapai Rp166,71 triliun, sementara impor turun Rp41,68 triliun. Sektor pertanian juga menyerap sekitar 42,60 juta tenaga kerja, meningkat 4,66 persen.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Menurut Saleh, capaian itu merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Kementan dan kementerian serta lembaga terkait. Keberhasilan pembangunan pertanian tidak boleh dilekatkan pada satu individu, melainkan buah dari kerja kolektif.

"Ini adalah kerja tim, kerja kita semuanya. Saya berharap apa yang kita kerjakan menjadi ladang ibadah, ladang pahala, dan amal jariah bagi kemajuan bangsa dan negara," katanya.

Saleh mengingatkan pentingnya membangun budaya kerja berorientasi hasil, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Seluruh pegawai diminta menjaga semangat kebersamaan sebagai satu keluarga besar Kementerian Pertanian, sekaligus memastikan setiap program memberi manfaat nyata bagi petani dan masyarakat.

Ia juga mendorong penataan lingkungan kantor Kementan agar lebih produktif dan terawat. Penataan tanaman akan dilakukan berdasarkan pembagian area, disertai evaluasi dan perlombaan antarsektor untuk mendorong partisipasi serta tanggung jawab bersama.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Bagi masyarakat lokal, khususnya petani, arahan ini menjadi penegasan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah meningkatkan produksi dan menjaga stabilitas pangan. Dengan kerja kolektif dan pengawasan program yang ketat, dampak langsung diharapkan terasa pada kesejahteraan petani dan ketersediaan pangan di pasar.