Golden State Warriors memasuki NBA 2026/2027 dengan satu pekerjaan besar: membuktikan bahwa peluang juara mereka belum habis. Stephen Curry masih menjadi pusat permainan, Jimmy Butler diharapkan kembali memberi dampak besar, dan Steve Kerr tetap dipercaya memimpin tim. Namun, deretan nama besar saja tidak cukup untuk mengembalikan Warriors ke persaingan papan atas Wilayah Barat.

Musim baru NBA bergulir pada 20 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat. Warriors baru memainkan laga reguler pertamanya pada Rabu, 21 Oktober pukul 22.00 waktu Eastern atau Kamis, 22 Oktober pukul 09.00 WIB, dengan bertandang ke markas Los Angeles Lakers. Pertandingan itu langsung mempertemukan dua tim yang menjadi sorotan besar di Wilayah Barat.

Warriors menutup musim reguler 2025/2026 dengan rekor 37 kemenangan dan 45 kekalahan. Mereka finis di peringkat ke-10 Wilayah Barat sebelum gagal melanjutkan perjalanan melalui turnamen play-in. Hasil itu menjadi penurunan yang cukup terasa dibandingkan musim 2024/2025, ketika Warriors mencatat 48 kemenangan dan 34 kekalahan, finis di peringkat ketiga Wilayah Barat, serta melaju hingga semifinal konferensi.

Penurunan tersebut tidak lepas dari persoalan ketersediaan pemain. Curry dan Butler sama-sama melewatkan banyak pertandingan. Padahal, keduanya menjadi dua pemain penting yang diandalkan untuk menciptakan peluang mencetak angka sekaligus menjaga Warriors tetap kompetitif. Situasi itu memperlihatkan betapa tipisnya margin kesalahan tim ketika pemain andalan tidak tersedia.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Karena itu, kesehatan pemain menjadi faktor paling menentukan untuk musim 2026/2027. Jika Curry bisa tampil lebih konsisten dan Butler kembali berkontribusi setelah menjalani pemulihan cedera lutut, Warriors berpeluang memperbaiki hasil. Namun, harapan itu tetap perlu disertai kehati-hatian karena musim baru tidak otomatis berjalan lebih baik.

Pada usia 38 tahun, Curry tetap menjadi alasan utama Warriors memiliki peluang bersaing. Kemampuannya menembak dari jarak jauh memaksa pertahanan lawan memberi perhatian ekstra, bahkan ketika ia belum menguasai bola. Ancaman tersebut membuka ruang bagi pemain lain, termasuk Butler yang bisa menyerang area pertahanan atau melepas rekan setim dengan tembakan lebih terbuka.

Meski demikian, Warriors perlu mengatur beban bermain Curry secara cermat. Mereka membutuhkan kontribusinya dalam kondisi terbaik, terutama saat memasuki fase akhir musim reguler dan pertandingan penentuan menuju playoff. Mengurangi ketergantungan pada Curry juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri ketika tembakannya tidak masuk atau ia harus beristirahat.

Butler menawarkan sesuatu yang berbeda dari Curry. Ia mampu menciptakan peluang melalui penetrasi, memancing pelanggaran, dan mengambil keputusan dalam situasi krusial. Kehadirannya memberi Warriors opsi untuk tidak selalu bergantung pada tembakan jarak jauh. Sementara itu, Draymond Green tetap berperan penting dalam mengatur pertahanan dan membantu aliran bola sebagai penghubung antara pemain utama dan rotasi pendukung.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Masalah lain muncul dari kondisi Kristaps Porzingis. Pada 15 Oktober 2026, Warriors mengumumkan bahwa pemain tersebut harus menepi tanpa batas waktu karena masalah kesehatan. Porzingis sebelumnya melewatkan pramusim dan belum memiliki jadwal pasti untuk kembali bermain. Kondisi itu menjadi pukulan bagi rencana Warriors yang mengharapkan dimensi serangan tambahan darinya.