Industri garmen dalam negeri terus menghadapi tekanan persaingan yang semakin ketat, termasuk dari derasnya pasokan barang impor. Di tengah gejolak ekonomi dan geopolitik global, pelaku usaha lokal memilih bertahan dengan mengandalkan bahan baku dalam negeri. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga daya saing sekaligus mempertahankan kualitas produk.

Chief Operating Officer (COO) Alisan, Denny Irawan, mengungkapkan bahwa perusahaannya berfokus pada pasokan bahan baku dalam negeri. Menurutnya, penguatan quality control menjadi kunci agar produk tetap kompetitif. Strategi ini juga menjadi jawaban atas perubahan tren fesyen yang bergerak cepat.

"Kami fokus pada pasokan bahan baku dalam negeri dan menjaga kualitas produk lewat penguatan quality control," ujar Denny dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026). Selain itu, perusahaan garmen terus memperkuat produksi dan mengelola rantai pasok secara strategis.

Tekan Biaya di Tengah Lonjakan Harga

Tantangan tidak hanya datang dari impor. Lonjakan harga bahan baku turut menekan margin keuntungan. Untuk mengatasinya, Alisan memperkuat kontrak kerja dengan angka besar guna menekan biaya produksi. Langkah ini diambil agar harga jual tetap bersaing tanpa mengorbankan kualitas.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Selain strategi kontrak, penggunaan mesin berteknologi menjadi pilihan untuk mendorong efisiensi. Denny menilai modernisasi peralatan produksi dapat mempercepat proses dan mengurangi pemborosan. Dengan begitu, produk garmen lokal mampu bersaing di pasar domestik maupun global.

Bagi masyarakat lokal, khususnya pekerja garmen dan pelaku usaha kecil, langkah ini membawa harapan. Pasokan bahan baku dalam negeri yang stabil berarti produksi tidak terganggu, sehingga lapangan kerja tetap terjaga. Ketergantungan pada impor bahan baku pun dapat ditekan.

Meski demikian, tantangan perubahan tren fesyen yang cepat menuntut adaptasi berkelanjutan. Perusahaan garmen perlu terus memperkuat produksi dan strategi rantai pasok agar tidak tertinggal. Dukungan ekosistem lokal, dari pemasok hingga tenaga kerja terampil, menjadi faktor penentu.

Dengan strategi berbasis bahan baku lokal, penguatan quality control, serta efisiensi mesin, industri garmen nasional berupaya menjaga daya saing. Bagi masyarakat, keberlanjutan sektor ini berarti kelangsungan pendapatan dan penguatan ekonomi daerah. Pemerintah dan pelaku usaha diharapkan bersinergi menghadapi tekanan global.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]