Pembantaian massal terhadap warga Tionghoa oleh VOC di Batavia pada Oktober 1740 menewaskan belasan ribu orang. Peristiwa yang dikenal sebagai Geger Pecinan ini menjadi salah satu tragedi paling kelam dalam sejarah ibu kota, dengan air Kali Angke dikisahkan pernah memerah oleh darah para korban.
Tragedi bermula ketika populasi warga Tionghoa di Batavia meningkat pesat di tengah kondisi ekonomi yang lesu. Gubernur Jenderal VOC Adriaan Valckenier lantas mengambil kebijakan untuk mengurangi jumlah mereka, antara lain dengan memindahkan warga ke wilayah lain, termasuk Sri Lanka.
Namun, kebijakan itu memicu keresahan. Beredar kabar bahwa pemindahan tersebut hanyalah kedok untuk membuang warga Tionghoa ke tengah laut. Ketakutan akan nasib tersebut mendorong sebagian warga mempersenjatai diri dan menyerang sejumlah sasaran VOC, termasuk pabrik gula.
VOC membalas dengan mengerahkan kekuatan militer. Ketegangan memuncak setelah puluhan tentara VOC dilaporkan tewas. Sejarawan M.C. Ricklefs mencatat, pada 9 Oktober 1740 Valckenier memerintahkan pasukan menyisir permukiman warga Tionghoa di dalam maupun di luar tembok Batavia.
Sehari kemudian, pembantaian besar-besaran pecah. Warga Tionghoa yang ditemukan menjadi sasaran tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Saksi mata G. Bernhard Schwarzen dalam catatannya menggambarkan jalanan, gang, dan kanal dipenuhi mayat. "Bahkan kaki kita tak akan basah ketika menyeberangi kanal jika melewati tumpukan mayat-mayat itu," tulisnya.
Pembantaian berlangsung hingga 22 Oktober 1740. Rumah-rumah warga dijarah dan dihancurkan. Tragedi ini juga dikaitkan dengan asal-usul nama Kali Angke di Jakarta. Menurut Alwi Shahab, nama Angke konon berasal dari bahasa Hokkien, yakni "ang" yang berarti merah dan "ke" yang berarti sungai.
Bagi masyarakat lokal, Geger Pecinan meninggalkan luka mendalam dan menjadi pengingat kelam tentang kekerasan atas dasar kebijakan penguasa. Peristiwa ini juga diikuti kebijakan yang membatasi ruang gerak warga Tionghoa, termasuk pengelompokan mereka di kawasan tertentu.