India resmi menghentikan penyelidikan antisubsidi terhadap impor produk kaca polos bening atau clear float glass (CFG) asal Indonesia. Keputusan itu tertuang dalam laporan hasil akhir yang diterbitkan Direktorat Jenderal Trade Remedies Kementerian Perdagangan dan Industri India pada 28 September 2026.

Langkah ini menjadi kabar baik bagi pelaku industri kaca dalam negeri, terutama sentra produksi yang selama setahun terakhir berjuang mempertahankan akses pasar ekspor. Penyelidikan dimulai pada 29 September 2025 atas dugaan subsidi yang merugikan produsen kaca India.

Selama proses penyelidikan, pemerintah Indonesia melakukan pembelaan aktif. Pemerintah memberikan tanggapan terhadap isu subsidi yang menjadi perhatian otoritas India serta menyampaikan informasi yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan bahwa Kementerian Perdagangan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di New Delhi, Atase Perdagangan RI New Delhi, kuasa hukum, asosiasi, serta pelaku usaha. Koordinasi itu dilakukan untuk memastikan kepentingan eksportir Indonesia terwakili dalam setiap tahapan penyelidikan.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau dinamika perdagangan di negara mitra. Pemerintah juga akan mengawal kepentingan eksportir dalam menghadapi potensi pengenaan bea masuk imbalan atau countervailing duty melalui pendampingan teknis dan koordinasi dengan pelaku usaha.

"Kami juga akan terus memantau perkembangan kebijakan trade remedies di negara mitra dagang, dan memastikan kepentingan eksportir Indonesia terwakili dalam setiap proses penyelidikan yang berpotensi memengaruhi akses pasar ekspor," ujar Tommy.

Bagi masyarakat lokal, khususnya di kawasan industri kaca, keputusan India ini berdampak langsung pada keberlanjutan produksi dan penyerapan tenaga kerja. Eksportir kini dapat kembali merencanakan pengiriman ke pasar India tanpa bayang-bayang bea masuk tambahan yang selama ini menekan daya saing produk.

Penghentian penyelidikan ini juga menjadi sinyal positif bagi iklim usaha nasional. Kepastian akses pasar di salah satu tujuan ekspor utama diharapkan menjaga stabilitas produksi dan pendapatan pekerja di sepanjang rantai pasok industri kaca polos bening dalam negeri.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]