Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengusulkan penerapan kebijakan work from anywhere (WFA) pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027. Usulan ini disampaikan dalam program Power Lunch yang dikutip pada Rabu (28/10/2026). Langkah tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan lalu lintas, terutama di sekitar puncak arus mudik dan arus balik.

Bagi masyarakat lokal, khususnya di kota-kota tujuan mudik dan kawasan penyangga ibu kota, kebijakan WFA ini berpotensi memberikan dampak langsung. Pengurangan volume kendaraan di jalan raya dapat memperlancar mobilitas warga sehari-hari, termasuk akses ke pasar, sekolah, dan fasilitas umum. Selain itu, waktu tempuh perjalanan yang biasanya membengkak saat libur panjang diharapkan lebih terkendali.

Namun, penerapan WFA juga menuntut kesiapan infrastruktur digital di daerah. Tidak semua pekerja memiliki akses internet yang memadai, terutama di wilayah pinggiran. Pemerintah daerah perlu memastikan dukungan jaringan dan fasilitas penunjang agar kebijakan ini tidak menimbulkan kesenjangan bagi pekerja lokal.

Kemenhub belum merinci mekanisme teknis dan cakupan sektor yang akan menerapkan WFA. Usulan ini masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian dan lembaga. Masyarakat diharapkan menunggu pengumuman resmi terkait jadwal dan ketentuan pasti sebelum merencanakan perjalanan akhir tahun.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Pengamat transportasi menilai kebijakan WFA saat Nataru dapat menjadi solusi jangka pendek yang efektif jika disertai pengawasan dan evaluasi ketat. Dampak terhadap perekonomian lokal, terutama sektor transportasi dan pariwisata, juga perlu diperhitungkan agar tidak terjadi penurunan pendapatan bagi pelaku usaha di daerah.

Dengan usulan ini, Kemenhub menegaskan komitmennya mengurangi beban jalan raya selama periode sibuk. Masyarakat lokal diimbau tetap memantau informasi resmi dan menyesuaikan rencana perjalanan demi kenyamanan bersama.