Presiden Prabowo Subianto menerima laporan perkembangan terkini perekonomian Indonesia dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Rabu (21/10/2026). Laporan disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut ekonomi Indonesia tumbuh di atas rata-rata global.
"Ekonomi kita terus tumbuh di atas 5 persen, yaitu 5,45 persen, di mana ini lebih tinggi dari global rata-rata yang 3 persen. Dan kita di sini tertinggi di G20, Pak Presiden, dan juga salah satu yang tertinggi di ASEAN," kata Airlangga mengutip siaran Sekretariat Presiden, Jumat (23/10/2026).
Indikator Ekonomi Relatif Terjaga
Airlangga memaparkan sejumlah indikator yang menunjukkan kondisi ekonomi nasional tetap terkendali. Tingkat inflasi tercatat 3,28 persen, berada dalam rentang target 2,5 persen plus minus 1 persen. Kenaikan tipis berasal dari hasil pertanian, terutama cabai merah dan cabai keriting.
Dari sisi manufaktur, Indeks Purchasing Managers Indeks (PMI) naik menjadi 52,4. Angka di atas 50 menandakan aktivitas manufaktur berada dalam zona ekspansi. Neraca perdagangan Indonesia juga masih surplus US$7,25 miliar, sementara indeks kepercayaan konsumen berada di level 118,1.
"Pengangguran sejak 1994, ini pengangguran terendah, Pak Presiden, 4,65 persen. Dan rasio gini juga terus membaik, 0,368," ujar Airlangga.
Fiskal dan Moneter Stabil
Dari sisi fiskal, defisit APBN dijaga pada level 1,25 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sesuai target pemerintah. Suku bunga acuan BI Rate masih ditahan di level 5,75 persen, dengan yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun sebesar 7,21 persen.
Cadangan devisa negara mencapai US$146,3 miliar atau setara pembiayaan impor selama 6,5 bulan. Kredit bank tumbuh double digit 13,65 persen secara tahunan, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 10,94 persen. Modal perbankan solid di level 24,10 dengan kredit macet 2,11 persen.
Bagi masyarakat, capaian ini berpotensi menjaga daya beli dan stabilitas harga kebutuhan pokok. Namun, inflasi pangan dari cabai tetap menjadi perhatian karena berdampak langsung pada belanja rumah tangga harian.