Industri film Indonesia kembali menghadirkan tontonan bergenre drama komedi dengan latar dunia politik. Film berjudul "Bapak Paling Jujur" karya sutradara Fajar Nugros dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Film produksi Cahaya Pictures bersama Studio Antelope ini telah memperoleh Surat Tanda Lulus Sensor (STLS) dari Lembaga Sensor Film (LSF) pada 24 September 2026 dengan klasifikasi penonton usia 13 tahun ke atas.

Film berdurasi 103 menit ini mengangkat kisah Jonas Prakoso, seorang calon gubernur muda yang diperankan Andovi da Lopez. Jonas dikenal pandai membangun citra dan menjaga penampilannya di hadapan masyarakat selama masa kampanye. Bersama sahabat sekaligus kepala tim suksesnya, Marbun yang diperankan Benedictus Siregar, ia berusaha memenangkan hati masyarakat dengan berbagai strategi politik.

Namun, keadaan berubah drastis setelah Jonas terkena kutukan dari neneknya, Suherlin, yang diperankan Indy Barends. Kutukan tersebut membuat Jonas tidak lagi mampu berbohong. Ia juga kehilangan kemampuan menyaring isi pikirannya, sehingga setiap hal yang terlintas dapat langsung keluar dari mulutnya, termasuk rahasia dan perkataan yang seharusnya tidak disampaikan di depan orang lain.

Kondisi itu menjadi masalah besar bagi seorang calon gubernur yang sedang berusaha memenangkan pemilihan. Pernyataan yang sebelumnya bisa dibuat dengan hati-hati berubah menjadi pengakuan spontan yang berpotensi mengacaukan kampanye. Kekacauan juga merembet ke kehidupan keluarga dan pribadi Jonas, termasuk hubungannya dengan Fani, sang istri, yang diperankan Claresta Taufan.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Daftar Pemain dan Adaptasi Cerita

Selain Andovi da Lopez, film ini menghadirkan sejumlah aktor dan komika kenamaan. Di antaranya Claresta Taufan, Benedictus Siregar, Soleh Solihun, Nayla D. Purnama, Lolox, Cing Abdel, TJ Ruth, dan Indy Barends. Film ini juga dibintangi David Nurbianto, Akim Bagil, Mr. Keminggris, Rizki M. Firman, Jeremy Teti, Elwina, serta Mieke Shahir.

"Bapak Paling Jujur" bukan cerita yang sepenuhnya baru. Film ini mengadaptasi film komedi politik Korea Selatan "Honest Candidate" yang dirilis pada 2020. Film Korea tersebut sebelumnya mengadaptasi film Brasil berjudul "O Candidato Honesto" yang dirilis pada 2014. Versi Indonesia kemudian membawa premis tersebut ke dalam karakter, humor, dan situasi yang disesuaikan dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Sutradara Fajar Nugros mengatakan cerita tersebut menarik karena menghadirkan pertanyaan sederhana tentang apa yang terjadi jika seseorang benar-benar tidak bisa menyaring perkataannya. Skenario film ini ditulis Rino Sarjono. Dengan cerita tentang calon pemimpin yang tiba-tiba tidak bisa berbohong, film ini menawarkan komedi yang tidak hanya bermain pada situasi absurd, tetapi juga mengangkat persoalan citra, kejujuran, dan konsekuensi dari setiap perkataan.