Penutupan gerai Hypermart di Depok Town Square (Detos) menjadi perhatian warga Depok dan sekitarnya. Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menyebut kondisi mal yang sepi pengunjung menjadi salah satu alasan peritel menutup gerai dan mencari lokasi lain yang lebih ramai.
"Kalau mal sepi, pasti toko tenant akan cari lokasi mal yang ramai, itu sudah umum. Jadi kalau kondisi usaha Hypermart masih sehat, dia cuma nutup yang sepi, ya memang Detos agak sepi, dia cari format yang lain, atau mungkin buka stand alone," kata Budihardjo, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, penutupan gerai tidak selalu mencerminkan memburuknya kondisi bisnis peritel. Perusahaan besar seperti Hypermart juga dituntut menyesuaikan konsep toko dengan kebutuhan pasar yang terus berubah.
Konsep Baru dan Format Stand Alone
Budihardjo menilai peritel besar kini menghadapi tantangan untuk mengubah konsep. Ia menduga Hypermart sedang melakukan penyesuaian konsep, termasuk membuka gerai dengan format berdiri sendiri atau stand alone.
"Hypermart kalau namanya big retail memang sekarang mempunyai tantangan, namun mesti merubah konsep. Jadi mungkin Hypermart sedang melakukan perubahan konsep untuk membuka toko yang lain. Jadi biasa saja tutup toko satu, buka toko yang lain," ujarnya.
Ia mencontohkan Grand Lucky yang juga memiliki gerai dengan format stand alone. Menurut Budihardjo, format tersebut menjadi alternatif bagi peritel untuk tetap menjangkau konsumen di tengah persaingan pusat perbelanjaan.
Nasib Pekerja Terdampak
Terkait nasib pekerja, Budihardjo mengatakan karyawan yang masih memiliki kontrak kerja biasanya dipindahkan ke gerai lain. Sementara pekerja magang, pekerja lepas, maupun karyawan yang masa kontraknya telah berakhir dapat tidak diperpanjang.
"Biasanya pekerja itu akan dioper ke toko-toko yang lain, itu sudah normal. Di setiap ritel itu kan ada tenaga kerja yang magang atau freelance, atau yang kontraknya sudah habis. Itu biasanya nggak diperpanjang. Jadi kalau yang masih ada kontraknya ya dipindahkan," jelasnya.
Namun, Budihardjo mengaku belum mengetahui secara pasti ke mana gerai maupun karyawan Hypermart Detos akan dipindahkan. Menurutnya, hal itu menjadi urusan internal perusahaan, menyesuaikan kebutuhan gerai yang masih beroperasi maupun toko baru yang akan dibuka.
"Kalau pindah ke mana saya belum tahu, tapi biasanya mereka bisa belum buka, dipindahkan dulu barang-barangnya ke toko yang mana, terus tenaga kerjanya ditampung, nanti kalau tokonya mau buka baru dipindahin lagi, jadi internal mereka sih itu," pungkas Budihardjo.
Bagi warga Depok, penutupan Hypermart Detos mengurangi salah satu pilihan berbelanja kebutuhan harian di pusat perbelanjaan tersebut. Warga kini mesti menunggu kepastian lokasi pengganti dan kelanjutan nasib para pekerja yang terdampak.