PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA menyatakan komitmennya untuk mempercepat perbaikan dan penyempurnaan rangkaian kereta rel listrik (KRL) CLI-225/iE305 yang selama ini kerap mengalami gangguan operasional. Langkah itu diambil menyusul arahan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta hasil evaluasi bersama operator PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter).

Senior Manager Corporate Communication and Representative Office INKA, Nanang Agung Rohmandiyas, menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti temuan teknis dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kelayakan operasi kereta. Menurut Nanang, arahan Kemenhub menjadi perhatian utama untuk mempercepat tindak lanjut perbaikan dan penyempurnaan rangkaian.

"Arahan Kementerian Perhubungan menjadi perhatian kami untuk mempercepat tindak lanjut perbaikan dan penyempurnaan, dengan tetap mengutamakan pemenuhan persyaratan keselamatan dan kelaikan operasi," kata Nanang dalam keterangannya, Rabu (28/10/2026).

INKA juga menyatakan terus berkoordinasi dengan KAI Commuter untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan rangkaian. Penanganan mencakup pemeriksaan lanjutan, perbaikan, hingga penyempurnaan berdasarkan catatan teknis dan kondisi kereta di lapangan.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Dampak bagi Pengguna Commuter Line

Masalah pada KRL CLI-225 berdampak langsung pada masyarakat pengguna Commuter Line, terutama di lintas Bogor-Jakarta. Pada awal September 2026, KAI Commuter mengurangi perjalanan harian dari 1.065 menjadi 1.048 perjalanan akibat perawatan armada. Pengurangan itu memperpanjang waktu tunggu dan meningkatkan kepadatan penumpang pada jam sibuk.

Meski tujuh rangkaian yang menjalani perawatan telah kembali beroperasi pada 6 Oktober, masih terdapat catatan teknis yang harus ditindaklanjuti INKA. Pada 16 Oktober, dua rangkaian yang masih menjalani perbaikan di Depo Bukit Duri turut berdampak pada pembatalan tujuh perjalanan KRL lintas Bogor-Jakarta Kota.

Nanang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna Commuter Line. Ia memahami bahwa gangguan perjalanan berdampak pada aktivitas masyarakat. "Komitmen kami adalah menindaklanjuti hasil pemeriksaan bersama KAI Commuter secara bertanggung jawab, dengan mengutamakan keselamatan, keandalan sarana, dan kenyamanan perjalanan," tuturnya.

Dorongan Regulator dan Pengadaan Tambahan

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menegaskan bahwa kereta yang belum memenuhi persyaratan kelayakan tidak boleh dipaksakan beroperasi. Ia meminta operator dan produsen memastikan kereta yang digunakan masyarakat sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dan diuji oleh Kemenhub.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Kemenhub juga mendorong percepatan pengadaan KRL tambahan untuk memenuhi kebutuhan kapasitas penumpang yang terus meningkat, terutama pada jam sibuk. "Kami sangat prihatin bahwa banyak kereta beberapa minggu terakhir perlu di-recall. Karena itu mengurangi kapasitas pelayanan. Tapi yang perlu kita pastikan adalah kelayakan operasi," kata Allan.

Bagi warga yang bergantung pada Commuter Line setiap hari, perbaikan menyeluruh dan penambahan armada menjadi harapan utama agar mobilitas tidak lagi terganggu oleh pembatalan perjalanan mendadak.