Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung membela diri usai mengutip jawaban Gemini dalam perdebatan soal kehadiran kepala Badan Investigasi Kejahatan Serius (SCIA) di rapat kabinet. Jawaban asisten berbasis kecerdasan buatan itu dipublikasikan ke publik untuk menolak kritik, namun justru memicu protes keras dari blok oposisi.

Perdebatan ini bermula ketika Lee mengunggah cuitan di platform X bertajuk "Saya bertanya kepada Gemini" pada Rabu. Unggahan itu muncul setelah kepala perdana SCIA, Kim Ji-yong, ikut serta dalam rapat kabinet sehari sebelumnya.

Menurut jawaban Gemini yang dikutip Lee, klaim bahwa kepala SCIA dan Layanan Kejaksaan tidak boleh menghadiri rapat kabinet bertentangan dengan Undang-Undang Organisasi Pemerintah. Regulasi itu menempatkan kedua lembaga langsung di bawah otoritas presiden.

Blok oposisi menilai kehadiran Kim berpotensi merusak netralitas lembaga yang berwenang menyelidiki kasus melibatkan presiden, partai penguasa, atau pejabat pemerintah. Mereka menegaskan respons AI tidak bisa dijadikan dasar untuk memerintah atau membenarkan urusan administrasi negara.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Anggota Dewan Tertinggi People Power Party (PPP), Kim Jae-won, mengaku turut bertanya kepada Gemini soal dampak kehadiran pejabat itu terhadap kepercayaan publik. Hasilnya, AI tersebut memperingatkan bahwa partisipasi semacam itu dapat menciptakan persepsi independensi yang terganggu.

"Presiden harus berhenti menggunakan Gemini untuk menyajikan klaim-klaimnya yang tidak berdasar seolah-olah itu benar," tegas Kim, seperti dikutip dari pemberitaan internasional.

Anggota Parlemen PPP, Yoon Sang-hyun, dalam sesi audit parlemen menyebut Gemini menilai kehadiran rutin kepala SCIA sebagai tindakan tidak pantas. Rekan separtainya, Na Kyung-won, membagikan tanggapan AI yang memperingatkan bahwa pengawasan presiden dapat mengancam netralitas investigasi.

Mantan pemimpin Reform Party, Lee Jun-seok, mempertanyakan kewajaran langkah presiden. "Jika presiden akan memerintah dengan bertanya kepada Gemini, mengapa tidak mengganti presiden dengan Gemini saja?" ujarnya.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Serangan juga menyasar kasus dugaan korupsi Lee yang penanganannya ditangguhkan sejak ia dilantik. Pemimpin PPP Jang Dong-hyeok mengaku bertanya kepada Gemini soal sidang presiden dan mendapat jawaban bahwa proses hukum itu mesti dilanjutkan.

Anggota parlemen independen Han Dong-hoon menegaskan presiden tidak memiliki hak mutlak dalam intervensi hukum. "Bahkan jika Anda membawa kakek Gemini, presiden tidak boleh mengarahkan penyelidikan atau dakwaan," tuturnya.

Pada Kamis, Lee membantah dirinya bergantung pada AI untuk memerintah. Ia berdalih mengutip Gemini hanya untuk menunjukkan bahwa kritik oposisi bertentangan dengan logika dasar dan fakta empiris. Menurutnya, mengecualikan kepala lembaga dari pertemuan publik tidak otomatis menjamin netralitas mereka.

"Mengawasi urusan negara adalah hak dan kewajiban presiden, sehingga mengabaikan hak dan kewajiban itu merupakan pelanggaran terhadap Konstitusi dan Undang-Undang Organisasi Pemerintah," tegas Lee.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Istana Kepresidenan Cheong Wa Dae menolak narasi bahwa Lee semata mengandalkan AI. Sekretaris Presiden Senior untuk Hubungan Masyarakat, Sung Ki-hong, menyebut karakterisasi itu mendistorsi fakta. Ia menegaskan presiden tidak bertanya kepada AI soal cara memerintah, melainkan memeriksa fakta tentang undang-undang.