Ribuan warga di sepanjang pesisir timur India mulai dievakuasi pada Selasa (27/10) menjelang kedatangan Siklon Arnab yang diperkirakan mencapai daratan pada Rabu pagi. Badan Meteorologi India menyatakan siklon yang terbentuk di Teluk Benggala ini telah menguat sejak Senin dan diprediksi membawa angin kencang serta hujan lebat ke Negara Bagian Andhra Pradesh dan Odisha.
Direktur Pelaksana Otoritas Manajemen Bencana Andhra Pradesh, Prakhar Jain, menyebut hingga Senin malam hampir 50.000 orang telah dipindahkan ke tempat penampungan dari total sekitar 400.000 warga yang diperkirakan perlu dievakuasi. "Proses evakuasi masih terus berlangsung," ujarnya.
Dampak siklon mulai terasa di kawasan pesisir. Tayangan televisi memperlihatkan ombak besar menghantam pantai, sementara toko-toko di sepanjang jalan di wilayah terdampak tampak tutup. Sedikitnya 12 perjalanan kereta api di wilayah timur dibatalkan, dan layanan di 53 rute sepanjang pesisir selatan dihentikan untuk hari Selasa dan Rabu.
Di Odisha, meski evakuasi belum dilakukan, pemerintah negara bagian telah mengumumkan penutupan sekolah dan perguruan tinggi di lima distrik untuk dua hari ke depan. Teluk Benggala dikenal sebagai salah satu wilayah utama pembentukan siklon tropis di dunia, membuat pesisir timur India rentan terhadap bencana cuaca dari laut.
Ancaman tidak berhenti di India. Otoritas Nepal memperingatkan wisatawan agar tidak pergi ke daerah dataran tinggi karena Siklon Arnab berpotensi memicu hujan deras, badai salju, dan longsor salju di wilayah Himalaya mulai Kamis malam hingga Sabtu. Peringatan ini muncul saat Nepal baru mulai pulih dari banjir bandang mematikan pada Agustus lalu yang menelan sekitar 1.500 korban jiwa.
Bagi masyarakat pesisir Andhra Pradesh dan Odisha, evakuasi ini menjadi ujian kesiapan menghadapi musim siklon. Warga diharapkan mengikuti arahan petugas dan menjauhi area pantai hingga badai berlalu.