Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku tengah mempertimbangkan secara serius rencana melancarkan serangan militer terhadap Iran. Ia bahkan menyatakan aksi tersebut bisa terjadi lebih cepat dari perkiraan, dengan menyebut kemungkinan serangan pada hari berikutnya.
"Kami sedang memikirkan untuk melakukannya, mungkin besok," kata Trump saat ditanya sejauh mana pertimbangannya mengenai kemungkinan serangan tersebut. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu (24/10) waktu AS.
Trump menegaskan tidak akan ada pihak yang mengetahui secara pasti jika AS benar-benar kembali menyerang Iran. "Apakah Anda benar-benar berpikir saya akan memberi tahu Anda jika saya akan melakukannya?" ujarnya.
Negosiasi Masih Terbuka
Meski membuka opsi militer, Trump menyatakan Iran masih dapat menghindari tindakan militer lebih lanjut dengan mencapai kesepakatan bersama AS. Menurutnya, Iran ingin membuat kesepakatan, tetapi masih menjadi pertanyaan apakah kesepakatan itu akan dipatuhi.
Tujuan utama AS, kata Trump, adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir di masa depan. Ia menilai operasi sebelumnya yang melibatkan pesawat pengebom B-2 tidak cukup untuk menjamin hasil yang langgeng. "Saya harus membuatnya permanen," ujarnya.
Trump juga mengklaim pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah meningkat dibandingkan kondisi sebelum perang dimulai, meskipun tidak memberikan angka spesifik. Ia menyebut hanya ada dua kemungkinan hasil, yakni tindakan militer atau negosiasi.
Dampak bagi Masyarakat Lokal
Ketegangan di Timur Tengah berpotensi merembet ke ekonomi domestik. Selat Hormuz merupakan jalur vital pengiriman minyak dunia, sehingga eskalasi militer dapat memicu lonjakan harga minyak global yang berimbas pada harga bahan bakar dan biaya logistik di dalam negeri.
Bagi masyarakat lokal, kenaikan harga energi berisiko menekan daya beli dan memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Pelaku usaha kecil, terutama yang bergantung pada transportasi dan distribusi, akan merasakan dampak paling langsung.
Pemerintah dan pelaku pasar perlu mencermati perkembangan ini. Meski belum ada keputusan tegas dari Washington, pernyataan Trump menjadi sinyal bahwa ketidakpastian global masih tinggi dan membutuhkan antisipasi dini.