Warga Banjar Dinas Gendongan, Desa Tukad Sumaga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, diresahkan oleh hilangnya tiga pemburu yang belum kembali dari kawasan hutan sebelah selatan Bendungan Gerokgak. Ketiganya adalah Kadek Artana (23), Kadek Sandia (15), dan Putu Kargu Raditya (21).
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menerjunkan tim operasi SAR gabungan untuk menyisir area hutan tersebut. Laporan kejadian diterima petugas siaga dari anggota Polsek Gerokgak, Made Sutar, pada Senin (2/11) pukul 05.30 WITA.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga warga berangkat dari rumah pada Minggu (1/11) sekitar pukul 05.00 WITA. Mereka menuju kawasan hutan di selatan Bendungan Gerokgak untuk melakukan aktivitas berburu.
Namun, hingga Senin pagi, ketiganya tak kunjung pulang. Kekhawatiran keluarga dan warga setempat memuncak, lalu mereka melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian setempat.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Basarnas Denpasar langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan setempat. Tim bergerak menyisir area hutan di sekitar bendungan yang dikenal memiliki medan cukup berat.
Dampak bagi Masyarakat Lokal
Hilangnya tiga warga ini meninggalkan kekhawatiran mendalam bagi masyarakat Desa Tukad Sumaga. Warga berharap tim SAR dapat menemukan ketiganya dalam keadaan selamat, mengingat salah satu yang hilang masih berusia 15 tahun.
Kawasan hutan selatan Bendungan Gerokgak selama ini dikenal sebagai lokasi berburu bagi sebagian warga. Namun, kejadian ini menjadi pengingat akan risiko aktivitas tersebut, terutama saat masuk hutan tanpa persiapan dan perlengkapan memadai.
Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus menyisir titik-titik yang diduga dilalui ketiga pemburu, sementara warga setempat menantikan kabar terbaru dari lokasi.