PT Wijaya Karya (Persero) Tbk merampungkan pembangunan Underpass Inul (Inul Lignite) di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur. Proyek yang digagas PT Kaltim Prima Coal (KPC) bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ini selesai dua bulan lebih cepat dari target awal akhir Desember 2026.
Underpass Inul dibangun untuk memisahkan jalan nasional Sangatta-Simpang Perdau dari jalur angkutan batu bara milik KPC. Sebelumnya, kedua jalur tersebut berpotongan langsung sehingga kendaraan warga dan truk batu bara melintas di titik persimpangan yang sama.
Bagi masyarakat Bengalon dan sekitarnya, kehadiran underpass ini langsung terasa. Warga kini dapat melintasi jalan nasional tanpa harus bertemu jalur angkutan batu bara. Antrean di persimpangan diharapkan berkurang dan arus orang serta barang di Kutai Timur menjadi lebih lancar.
Struktur Satu Bentang Sepanjang 40 Meter
Underpass Inul menggunakan struktur jembatan PCI Girder satu bentang sepanjang 40 meter. Dengan konstruksi itu, lalu lintas warga dan angkutan tambang bisa berjalan bersamaan tanpa saling bersilangan.
Direktur Operasi I WIKA Hananto Aji menyampaikan proyek ini merupakan kontribusi perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat sekaligus menunjang kegiatan industri. Ia menyebut proyek bisa rampung lebih awal berkat koordinasi yang solid antara WIKA, KPC, dan pemerintah daerah selama pekerjaan berlangsung.
"Pembangunan Underpass Inul merupakan bentuk kolaborasi untuk menghadirkan akses yang lebih aman bagi pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran operasional pertambangan. WIKA berkomitmen menyelesaikan pekerjaan dengan memperhatikan kualitas dan keselamatan, sehingga infrastruktur ini dapat dimanfaatkan secara optimal," ujar Hananto Aji dalam keterangan resmi, Selasa (27/10/2026).
Dampak bagi Ekonomi Daerah
Pemisahan jalur ini tidak hanya soal keselamatan. Kelancaran arus orang dan barang diharapkan menggerakkan ekonomi daerah di Kalimantan Timur, terutama di kawasan Bengalon yang menjadi salah satu simpul aktivitas tambang dan permukiman.
Pembangunan underpass ini sejalan dengan Asta Cita pemerintah, khususnya misi melanjutkan pengembangan infrastruktur serta membangun dari daerah untuk pemerataan ekonomi. Bagi warga, hasil paling nyata adalah perjalanan harian yang lebih aman dan waktu tempuh yang lebih singkat.