Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan peningkatan belanja masyarakat melalui program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dan belanja diskon di ritel modern jelang akhir 2026. Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menyatakan program ini menjadi salah satu strategi memperkuat pasar dalam negeri sebagai ruang tumbuh bagi produk lokal.
Menurut Budi, penguatan pasar domestik sejalan dengan upaya menjadikan produk dalam negeri sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Program belanja diskon menyasar ritel modern mulai dari minimarket hingga department store agar masyarakat lokal dapat menikmati harga lebih terjangkau.
Dampak bagi Masyarakat Lokal
Bagi konsumen di daerah, Harbolnas dan diskon ritel modern memberi kesempatan berbelanja kebutuhan dengan harga lebih murah. Program ini juga diharapkan menggerakkan perputaran uang di pasar lokal dan meningkatkan daya beli masyarakat menjelang akhir tahun.
Kemendag menekankan pentingnya hilirisasi produksi untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah industri dalam negeri. Dengan begitu, produk lokal tidak hanya memenuhi pasar domestik, tetapi juga berpeluang menembus pasar global.
Pembinaan UMKM dan Kampus
Untuk mendorong talenta muda, Kemendag membina program Campuspreneur di lebih dari 25 perguruan tinggi. Program ini melatih mahasiswa dari proses produksi, desain produk, kemasan, hingga membuka peluang pasar dan pembeli luar negeri.
Pada Trade Expo Indonesia ke-41 tahun 2026, Kemendag membuka booth khusus untuk 20 kampus. Ajang itu mencatatkan transaksi senilai USD 24,5 juta dari berbagai produk, mulai dari charcoal hingga jasa animasi.
Selain itu, Kemendag membina 2.600 desa agar menghasilkan produk yang mampu menembus pasar. Pembinaan mencakup produksi, menjaga mutu, kemasan, hingga fasilitasi business matching untuk menemukan pembeli luar negeri.
Dengan strategi ganda—memperkuat pasar domestik dan mendorong ekspor—Kemendag berharap geliat belanja akhir tahun dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha lokal dan masyarakat luas.