Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dan menghancurkan tujuh proyektil yang diluncurkan kelompok Houthi ke wilayah kerajaan. Serangan pada Selasa (27/10/2026) itu melibatkan tiga rudal balistik yang diarahkan ke Wilayah Timur dan empat pesawat nirawak atau drone yang menyasar Wilayah Selatan Arab Saudi.

Badan Pertahanan Sipil Saudi sempat mengeluarkan peringatan dini di Wilayah Timur dan Kegubernuran Al-Kharj sebelum memastikan situasi di kedua wilayah tersebut kembali aman. Meski seluruh proyektil dinyatakan berhasil dihancurkan, warga setempat diminta tetap waspada terhadap potensi eskalasi lanjutan.

Dampak bagi Masyarakat Lokal

Bagi masyarakat di Wilayah Timur dan Selatan, bunyi peringatan dini menjadi pengingat bahwa konflik di kawasan Laut Merah belum sepenuhnya mereda. Aktivitas warga, termasuk di sektor energi dan pelayaran, berpotensi terganggu jika ketegangan antara koalisi Saudi dan Houthi terus meningkat.

Houthi sebelumnya bergerak merebut sejumlah wilayah strategis di pesisir Laut Merah Yaman pada bulan lalu. Pergerakan itu mendekatkan kelompok tersebut ke Selat Bab el-Mandeb, jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi urat nadi perdagangan global, termasuk pengiriman energi dari kawasan Teluk.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Ancaman terhadap Gencatan Senjata

Pertempuran terbaru ini juga mengancam gencatan senjata yang ditengahi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2022. Kesepakatan itu sebelumnya berhasil meredam sebagian besar serangan antara koalisi pimpinan Saudi yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui internasional dan Houthi yang menguasai ibu kota Sanaa.

Eskalasi ini membuka potensi perluasan konflik di tengah pertikaian antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Houthi merupakan kelompok yang bersekutu dengan Teheran, sehingga serangan mereka terhadap Arab Saudi berisiko memperluas ketegangan regional yang dampaknya bisa dirasakan hingga ke jalur perdagangan dan pasokan energi internasional.

Hingga laporan ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai dampak kerusakan akibat serangan terbaru. Koalisi hanya memastikan seluruh rudal dan drone berhasil dihancurkan, sementara warga di wilayah terdampak terus memantau perkembangan keamanan di sekitar tempat tinggal mereka.