Musim baru NBA 2026/2027 resmi dimulai Selasa, 20 Oktober 2026 waktu Amerika Serikat, atau Rabu, 21 Oktober 2026 pagi WIB. Sebanyak tiga pertandingan pembuka akan tersaji, dengan laga Philadelphia 76ers melawan New York Knicks menjadi panggung pembuka bagi sang juara bertahan.
Knicks mengakhiri penantian 53 tahun pada musim lalu dengan menaklukkan San Antonio Spurs 4-1 di NBA Finals. Pertanyaan yang kini mencuat: bisakah New York mengulanginya, atau akan lahir juara baru?
Knicks Datang sebagai Tim yang Harus Dikalahkan
Knicks menatap musim ini dengan kerangka tim yang nyaris utuh. Jalen Brunson, Karl-Anthony Towns, OG Anunoby, Mikal Bridges, dan Josh Hart masih menjadi tulang punggung. Brunson dinobatkan sebagai Finals MVP setelah menjadi motor serangan New York.
Catatan impresif mewarnai perjalanan juara musim lalu: 13 kemenangan beruntun di playoff dan selisih poin +283, yang disebut sebagai rekor terbaik sepanjang sejarah postseason NBA.
Ada satu kehilangan yang terasa, yaitu Mitchell Robinson yang hijrah ke Boston Celtics. Knicks mendatangkan Andre Drummond untuk menambal posisi center. Dengan mayoritas pemain inti bertahan, New York tetap kandidat terkuat dari Wilayah Timur.
Spurs Datang dengan Misi Belum Selesai
San Antonio tampil mengejutkan musim lalu dengan rekor 62-20, lalu menyingkirkan Oklahoma City Thunder dalam tujuh pertandingan pada final Wilayah Barat. Sayangnya, langkah mereka berhenti di NBA Finals usai kalah 1-4 dari Knicks.
Victor Wembanyama memasuki musim ketiganya dengan status Defensive Player of the Year dan pemimpin blok NBA dengan rata-rata 3,1 per pertandingan. Di sekelilingnya ada Stephon Castle dan Dylan Harper yang masih muda tetapi berkembang pesat.
Menariknya, laga pertama Spurs musim ini langsung mempertemukan mereka dengan Thunder, seolah melanjutkan episode final Wilayah Barat musim lalu.
Thunder Masih Punya Alasan Percaya Diri
Oklahoma City memang gagal mempertahankan gelar, tetapi tetap kandidat juara. Thunder menjuarai NBA 2025 dan memenangkan 64 pertandingan musim lalu sebelum kalah 3-4 dari Spurs di final Wilayah Barat.
Shai Gilgeous-Alexander datang dengan dua gelar MVP NBA beruntun. Chet Holmgren semakin matang, sementara kembalinya Jalen Williams setelah melewatkan 49 pertandingan menjadi tambahan penting.
Oklahoma City melepas Lu Dort, Isaiah Joe, dan Aaron Wiggins untuk menyesuaikan struktur gaji, sehingga kedalaman roster tidak persis sama. Namun, fondasi tim tetap kuat.
76ers dan Heat Berubah Drastis
Philadelphia mendatangkan LeBron James dan Jaylen Brown, berpadu dengan Joel Embiid dan Tyrese Maxey. Potensinya besar, tetapi chemistry dan kebugaran Embiid menjadi tanda tanya. Laga pertama mereka langsung bertandang ke Madison Square Garden.
Miami Heat membawa Giannis Antetokounmpo dari Milwaukee Bucks, plus Klay Thompson dan Bobby Portis. Kombinasi dengan Bam Adebayo menjadikan Heat bukan lagi sekadar tim yang mengincar posisi playoff.
Denver Nuggets tetap berbahaya selama Nikola Jokic ada, dengan tambahan DeMar DeRozan. Sementara Lakers kini memasuki fase baru bersama Luka Doncic setelah era LeBron berakhir. Houston Rockets patut diperhatikan setelah kedatangan Kevin Durant, dan Golden State Warriors masih memiliki Stephen Curry.