Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mendorong transformasi pasar rakyat melalui perluasan akses layanan keuangan formal bagi para pedagang. Langkah ini disampaikan dalam pembukaan Jakarta Financial Festival 2026 yang digelar di Blok M Square, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).

Dalam sambutannya, Rano Karno menegaskan bahwa pasar rakyat memiliki peran strategis dalam perekonomian ibu kota. Namun, masih banyak pedagang yang belum terhubung dengan layanan keuangan formal, sehingga potensi ekonomi mereka belum tergarap maksimal.

Transformasi pasar rakyat menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Rano Karno menyebut perluasan akses keuangan formal sebagai kunci agar pedagang dapat berkembang, mulai dari kemudahan permodalan hingga sistem pembayaran yang lebih modern.

Dampak bagi Pedagang dan Masyarakat Lokal

Bagi pedagang pasar rakyat di Jakarta, akses layanan keuangan formal membuka peluang lebih besar untuk mendapatkan kredit usaha, menabung, dan bertransaksi secara digital. Hal ini diharapkan meningkatkan daya saing mereka di tengah persaingan dengan pusat perbelanjaan modern.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Masyarakat lokal juga diproyeksikan merasakan manfaat langsung. Dengan pasar rakyat yang lebih tertata dan terhubung dengan sistem keuangan, harga barang bisa lebih stabil, kualitas layanan meningkat, dan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar ikut terdongkrak.

Jakarta Financial Festival 2026 menjadi ajang untuk memperkenalkan berbagai program literasi keuangan kepada pedagang dan warga. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap kolaborasi dengan lembaga keuangan dapat mempercepat transformasi 93 pasar rakyat yang tersebar di seluruh wilayah ibu kota.

Rano Karno menekankan bahwa transformasi ini bukan sekadar pembenahan fisik, melainkan juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Pedagang didorong melek teknologi dan memahami produk keuangan agar tidak tertinggal.

Dengan langkah ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pasar rakyat tetap menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan. Keberhasilan transformasi akan sangat bergantung pada partisipasi pedagang dan dukungan ekosistem keuangan yang inklusif.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]