Ribuan warga Praha, Ceko, turun ke jalan untuk menolak rancangan undang-undang (RUU) pendanaan media publik. Aksi massa ini mencuat karena RUU tersebut dinilai mengancam independensi jurnalisme dan berpotensi memangkas anggaran media publik hingga 15 persen.
Demonstrasi yang berlangsung pada akhir Oktober 2026 itu menjadi sorotan karena melibatkan lautan massa yang memadati ruas jalan ibu kota. Warga menuntut pemerintah mengkaji ulang kebijakan yang dianggap dapat melemahkan peran media publik sebagai pengawas kekuasaan.
Dalam aksi tersebut, pengunjuk rasa menekankan pentingnya media publik yang bebas dari intervensi politik dan kepentingan komersial. Mereka khawatir pemangkasan dana justru akan mempersempit ruang kerja jurnalistik dan mengurangi kualitas layanan informasi bagi masyarakat.
Dampak bagi Masyarakat Lokal
Bagi warga Praha, media publik bukan sekadar institusi penyiaran, melainkan sumber informasi harian yang diandalkan. Pemangkasan anggaran hingga 15 persen dikhawatirkan berimbas pada berkurangnya program berita, investigasi, dan konten budaya yang selama ini dinikmati publik.
Sejumlah warga menilai independensi redaksi harus tetap dijaga agar tidak bergantung pada tekanan politik maupun kepentingan pemilik modal. Mereka berharap perwakilan rakyat mendengarkan aspirasi massa sebelum mengambil keputusan final.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Ceko terkait tuntutan pengunjuk rasa. Aksi damai tersebut menambah daftar panjang gelombang demonstrasi di Eropa yang menyoroti isu kebebasan pers dan masa depan media publik.