Sheikh Abdulrahman Al-Sudais, presiden Urusan Agama di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, mengutuk serangan rudal balistik dan pesawat tak berawak yang berulang kali diluncurkan milisi Houthi Yaman ke arah Makkah dan Madinah. Ia menegaskan bahwa keamanan dan kesucian dua kota suci umat Islam itu merupakan garis merah yang tidak boleh dilanggar.

Pernyataan itu disampaikan melalui kantor berita resmi Arab Saudi. Al-Sudais menilai serangan yang terus berulang menunjukkan pendekatan kriminal serta niat jahat milisi terhadap umat Muslim dan tempat-tempat suci mereka. Ia juga menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum Syariah yang memerintahkan perlindungan tempat suci, sekaligus penghinaan terhadap norma kemanusiaan internasional.

Pertahanan Udara Saudi Gagalkan Serangan

Gelombang serangan terjadi pada Sabtu ketika pertahanan udara Saudi mencegat dua rudal balistik yang diarahkan ke wilayah Makkah dan Madinah. Tim tanggap darurat Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Saudi menangani puing-puing yang berjatuhan di sejumlah wilayah barat, termasuk Wadi Al-Mughammas di Makkah, lingkungan Al-Nuzha di Jeddah, Wadi Jalil di Taif, dan Pusat Masturah di Rabigh.

Militer Saudi tetap siaga tinggi hingga Minggu dini hari. Juru bicara Koalisi untuk Memulihkan Legitimasi di Yaman, Mayjen Turki Al-Maliki, menyatakan pihaknya mencegat dan menghancurkan dua drone bersenjata yang menargetkan Riyadh sekitar pukul 1 dan 5 dini hari. Tak lama setelah pukul 6 pagi, sirine Pertahanan Sipil Saudi membunyikan peringatan ancaman udara di ibu kota, diikuti dua ledakan keras.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]

Al-Maliki kemudian mengumumkan bahwa pertahanan udara koalisi menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan ke arah Riyadh. Sebuah rudal jelajah yang diarahkan ke Khamis Mushayt dan 10 rudal balistik yang menargetkan wilayah selatan juga berhasil dicegat dan dihancurkan.

Bandara Riyadh Kembali Beroperasi Terbatas

Meski serangan terus berlangsung, otoritas Arab Saudi pada Minggu melanjutkan pembukaan kembali sebagian Bandara Internasional King Khalid Riyadh. Terminal 1 dibuka untuk penerbangan domestik dan Terminal 2 untuk penerbangan internasional maskapai nasional, dengan imbauan agar penumpang memastikan jadwal sebelum berangkat.

Langkah itu ditempuh dua minggu setelah serangan Houthi pada 10 Oktober yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang. Al-Sudais memuji kesiapan pertahanan Kerajaan dan menegaskan agresi tidak akan merusak stabilitas Arab Saudi, melainkan memperkuat tekad kepemimpinan dan angkatan bersenjata untuk melindungi tempat suci serta para peziarah.

Bagi masyarakat Indonesia, khususnya calon jemaah umrah dan haji, eskalasi ini menjadi peringatan akan risiko gangguan perjalanan ke Tanah Suci. Calon jemaah perlu memantau perkembangan keamanan dan informasi resmi maskapai serta otoritas bandara sebelum menjadwalkan keberangkatan.

[Ruang Iklan: Di Dalam Artikel]