JAKARTA — Kepolisian Turki menahan 26 orang, termasuk seorang mantan birokrat Kementerian Keuangan dan sejumlah eksekutif dana investasi. Penangkapan ini bagian dari operasi penyelidikan skandal penipuan dana investasi bernilai miliaran dolar yang tengah mengguncang negara tersebut.
Skandal ini mencuat dan menyita perhatian publik sejak sebulan terakhir. Kejaksaan mendalami dugaan manipulasi pasar secara luas yang dilaporkan merugikan tabungan sekitar 455.000 investor individu. Bagi masyarakat kecil, kasus ini menjadi pukulan telak karena dana yang seharusnya dikelola secara aman justru terseret praktik curang.
Operasi kepolisian berlangsung sehari setelah Menteri Keuangan Mehmet Simsek memberikan ultimatum tegas. Ia memperingatkan siapa pun yang tak secara sukarela mengembalikan keuntungan dari aktivitas pengganggu pasar akan menghadapi proses hukum.
"Mereka yang memperoleh keuntungan nyata sebesar 10 juta lira (Rp3,63 miliar) atau lebih akan didekati," ujar Simsek. "Jika tidak ada pengembalian sukarela, kementerian kehakiman akan memulai prosedur hukum yang relevan."
Pada Selasa, Simsek juga mengklaim otoritas telah mengetahui nama-nama setiap pihak yang meraup keuntungan dari skandal ini, meski tidak menyebut jumlah pasti.
Tekanan Politik dan Korban Investor
Krisis ini memunculkan pertanyaan tak nyaman tentang siapa yang sebenarnya meraup keuntungan haram. Kondisi tersebut memberi tekanan besar pada partai berkuasa AKP pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Seorang mantan menteri juga telah mengundurkan diri menyusul deretan tuduhan tentang aktivitas investasinya.
Jaksa penuntut menegaskan telah mengeluarkan surat perintah untuk 31 orang. Dari jumlah itu, 26 orang telah ditahan, sementara polisi masih memburu lima lainnya. Salah satu yang masih buron adalah Nusret Altinbas, pemilik konglomerat Altinbas Holdings. Menurut kantor berita pemerintah Anadolu, saudara laki-laki Nusret sudah ditahan dan aset keluarganya dibekukan.
Kementerian Kehakiman mencatat hingga 4 Oktober sebanyak 85 orang dipenjara sambil menunggu persidangan. Belum jelas tuduhan spesifik terhadap tersangka terbaru atau kapan mereka akan dibawa ke pengadilan. Kepolisian memastikan daftar tersangka mencakup 16 eksekutif dan staf dari sejumlah perusahaan manajemen portofolio, antara lain Atlas, Pardus, Hedef, Tera, dan A1.
Gelombang pembersihan terus meluas. Kepala regulator pasar modal Turki, SPK, mendadak dipecat setelah baru menjabat lima bulan, hanya beberapa hari setelah jaksa menyelidiki pendahulunya. Pada hari yang sama, Wakil Menteri Keuangan Osman Celik mengundurkan diri, berselang dua minggu setelah menantunya dipenjara dalam pusaran skandal dana ini.
Bagi warga lokal, deretan penangkapan dan pengunduran diri pejabat menjadi sinyal bahwa kasus ini menyentuh lapisan elite. Namun, pemulihan kepercayaan publik akan bergantung pada transparansi penyidikan dan sejauh mana dana 455.000 investor dapat diselamatkan.